Sedang Membaca
Geliat Ekonomi pada “New Normal” Agar Ciptakan Kesempatan Kerja
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Geliat Ekonomi pada “New Normal” Agar Ciptakan Kesempatan Kerja

Kemnaker13
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai positif ekonomi nasional yang mulai bergerak jelang diberlakukannya new normal di masa pandemi Covid-19. Geliat ekonomi ini diharapkan dapat mendorong penciptaan kesempatan kerja dan mengurangi angka pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Menaker Ida saat meninjau penerapan protokol kesehatan di era new normal di PT Homeware International Indonesia (HII) di Sleman, DIY, hari Sabtu (20/6/2020).

“Alhamdulillah pesanan barang di perusahaan-perusahaan sudah mulai datang dan tentu saja ini menggembirakan, akan menyerap tenaga kerja, dan akan menambah perputaran ekonomi masyarakat,” kata Menaker Ida.

Menaker mengingatkan, saat dunia usaha memulai kembali aktivitas produksinya, protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik oleh perusahaan. Begitu pun dengan para pekerja, protokol kesehatan harus ditaati demi menekan laju penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi saya ingin memastikan perusahaan mulai produktif, namun semua aman dari Covid-19,” imbau Menaker Ida.

Pada hari yang sama, Menaker juga mengunjungi PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) di Yogyakarta. Kunjungan ini dalam rangka meninjau penerapan protokol kesehatan dalam mewujudkan dunia industri yang produktif dan aman dari Covid-19.

Dari hasil kunjungannya, PT SGM dinilai telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik selama pandemi Covid-19. “Ini salah satu contoh perusahaan yang boleh tetap melakukan operasi selama pandemi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetap beroperasi, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan itu sudah dilaksanakan,” jelas Menaker.

Baca juga:  Ida Fauziyah Minta Perusahaan Utamakan Kesehatan Pekerja

Menaker menambahkan, salah satu kunci keberhasilan penerapkan protokol dengan baik adalah dialog sosial. Dialog sosial ini tidak hanya membantu perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa-masa sulit, namun juga membantu perusahaan untuk tumbuh di masa kenormalan baru.

“Yang jadi masalah kalau sebelumnya tidak punya dialog sosial yang baik, maka pada saat pandemi biasanya mereka tidak dapat membangun dialog sosial yang baik dengan pekerja,” ujarnya.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top