Sedang Membaca
Dari Mbah Minto Kita Belajar: Lakukan yang Terbaik Selagi Masih Hidup
Umi Nur Baity
Penulis Kolom

seorang pembelajar garis keras dari Sukoharjo. Mahasiswi di UIN Raden Mas Said Surakarta. Bergiat di Kelas Puisi Alit, COMPETER, dan Kelas Menulis Daring.

Dari Mbah Minto Kita Belajar: Lakukan yang Terbaik Selagi Masih Hidup

Whatsapp Image 2021 04 24 At 14.11.37 1000x800

Di masa pandemi, mayoritas para pekerja atau buruh terdampak PHK, mereka terpaksa dirumahkan, tetapi tidak dengan youtuber. Meski di rumah saja, mereka mampu berpenghasilan lebih dari para pekerja di luar sana. Banyak orang tergiur dengan iming-iming penghasilan lebih tersebut sehingga mereka berlomba-lomba membuat konten semenarik mungkin. Menjadi Youtuber harus punya trik khusus untuk meningkatkan jumlah subscriber karena hal ini berpengaruh pada ukuran popularitas kanal Youtube tersebut.

Dari segi gaji, ada sederet artis tanah air berpenghasilan tinggi seperti Ria Ricis, Atta Halilintar, Jess No Limit, RANS Entertainment, Baim Paula, dan sebagainya. Dari sejumlah deretan artis tersebut mayoritas masih terbilang muda. Namun, apa jadinya apabila ada Youtuber lansia yang baru-baru ini eksis di layar kaca seperti almarhumah Mbah Minto. Awal saya mengenal beliau lewat konten perdana beliau ketika tampil memberikan edukasi pelarangan mudik. Dari konten parodi itu, beliau mulai dikenal luas oleh masyarakat.

Ada banyak kisah youtuber sukses padahal dulunya bukan siapa-siapa. Di awal kisah keberangkatan sosok Mbah Minto dalam karirnya, beliau diajak oleh tetangganya yakni Muhammad Sofyan alias Ucup untuk membuat konten parodi. Banyak proses sulit telah sukses dilewati dalam proses shooting video. Apalagi sosok yang diajak oleh ujung ini sudah lansia, akan ada banyak penyesuaian dalam prosesnya. Antara konten dengan figur tokoh yang dihasilkan haruslah relevan mengikuti gaya milenial.

Nyatanya kedua konsep telah disusun secara apik sehingga dapat sukses memancing sorotan publik. Konten-konten yang diproduksi tidak jauh dari latar belakang desa Klaten yang teramat terikat tradisi. Apalagi beliau merupakan content creator asli dari desa yang masih kental dengan adat tidak seperti content creator milenial yang sering kita lihat. Meski begitu beliau tetap mengikuti mode milenial dan begitu lihai menyentuh masyarakat.

Baca juga:  Tradisi Riyadloh Santri Penghafal Alquran

Menjadi youtuber tidak hanya menaikkan prestise seorang, lebih lanjutnya dapat mengubah hidup. Sepertihalnya almarhumah Mbah Minto telah sukses mengambil hati masyarakat terutama para pejabat. Pasalnya, konten video perdana itu dianggap mengedukasi masyarakat akan bahayanya mudik di saat pandemi berlangsung.

Dari video inilah sukses membuat Pak Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah tertarik. Beliau pernah merepost video Ucup Klaten di akun Instagram pribadinya. Mulai saat itu kehidupan Mbah Minto berubah, beliau tidak lagi bekerja sebagai serabutan seperti awal sebelum merintis pekerjaan. Rumah beliau pun juga sudah direnovasi, lebih bagus daripada sebelumnya. Dari awal kehidupan yang serba susah, sekarang sudah lebih baik daripada sebelumnya.

Kehidupan Mbah Minto Klaten berubah drastis sejak terkenal di media sosial. Wanita asal dukuh Selorejo, desa Krakitan, kecamatan Bayat, Klaten, itu kini telah menjadi jutawan. Hal tersebut disampaikan ajudan pribadi Mbah Minto, Edi Susanto. Pemuda yang tak lain adalah tetangga Mbah Minto ini bertugas mengurus segala keperluan nenek berusia 70 tahun itu, termasuk soal syuting.

Bayaran Mbah Minto

Awalnya Ucup memberikan uang senilai Rp.20.000 kepada Mbah Minto sebagai bayaran per konten yang dibuat. Siapa sangka gaya Mbah Minto yang lugu justru menarik perhatian warganet. Ucup mengakui pengikut Instagram dan Youtube miliknya bertambah setelah mengunggah sejumlah vlog yang dibintangi Mbah Minto. Seiring ramainya video Mbah Minto garapan Ucup, dia pun memberikan uang lebih yakni Rp200.000-Rp300.000 per konten sebagai bayaran.

Baca juga:  Arab Pegon dan Nasionalisme Pesantren

Kini, jumlah bayaran Mbah Minto dari hasil ngevlog pun terkumpul cukup banyak. Semua uang itu dikelola oleh ajudan pribadinya, Edi Susanto, yang secara berkala dikirimkan kepada anak-anak Mbah Minto. Namun, tak lama ini masyarakat berduka, Mbah Minto sosok sepuh yang diajak influencer Ucup Klaten membuat konten-konten edukasi berbahasa Jawa meninggal pada Rabu, 22 Desember 2021 pukul 21.15 dalam usia 85 tahun di Rumah Sakit Islam Klaten. Konten terakhir dari Mbah Minto di saat beliau diajak memberikan edukasi sekaligus informasi mengenai pembatalan pemberangkatan haji. Banyak warganet mengucapkan bela sungkawa, mereka mengajak untuk mengenang karya-karya dari almarhumah Mbah Minto.

Selain almarhumah Mbah Minto, ada lagi youtuber lansia. Kali ini lahir dari kalangan papan atas sekaligus istri pejabat. Dewi Soekarno alias Naoto Nemoto adalah mantan istri Presiden Soekarno berasal dari Jepang. Sekarang beliau berkarir menjadi youtuber lewat kanal youtube Lady, pembuatan kanal youtube ini sejak 10 Juli 2019 dan kini jumlah subscriber telah mencapai 114 ribu.

Konten-konten beliau tayangkan berbahasa Jepang, kemudian diterjemahkan ke bahasa lain. Meski sudah berusia 80 tahun, beliau terasa dekat dengan milenial. Beliau mencoba filter Snapchat sampai mengulas makanan dan minuman. Dalam salah satu videonya, Dewi Soekarno bersama rekannya pernah mengulas aneka minuman boba. Video itu diunggah pada Agustus 2019 dan telah ditonton hampir 300 ribu kali. Ada pula sejumlah video lain berdurasi sekitar 6 menit berhasil ditonton lebih dari 500 ribu kali. (Hai Bunda.com diakses pada 27/12/2021)

Baca juga:  Menilik Kajian Tasawuf di Pesantren Maulana Rumi

Dua konten kreator berasal dari kalangan yang berbeda, latar belakang berbeda pula tetapi mampu hadir menyapa milenial zaman sekarang. Awal perjalanan sosok Mbah Minto dari desa kemudian beradaptasi dengan kebiasaan mengikuti zaman milenial. Mencoba sesuatu yang baru lewat konten-konten parodi sukses mencuri perhatian publik.

Sementara, Dewi Soekarno lebih sering membuat konten-konten ulasan tentang makanan dan minuman yang sedang naik daun. Dewi Soekarno sendiri memang sudah terkenal sejak sebelum menjadi seorang youtuber. Menurut saya, perjalanan beliau merintis kanal Youtubenya tidak butuh perjuangan yang berat. Lain hanya dengan almarhumah Mbah Minto. Beliau memulai dari titik nol dengan dibersamai oleh Muhammad Sofyan alias Ucup, tetangga beliau.

Poin penting di sini bahwasanya semua memiliki proses dan waktu masing-masing, kesuksesan karir seseorang tidak ditentukan dari usia tetapi dari kemauan dan alasan kuat dalam memulai. Perlu digarisbawahi bahwasannya kehidupan akan terus berlanjut, zaman akan terus berubah dan peradaban akan terus berkembang. Sikap terbaik yang semestinya diambil dengan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal terbaik selagi hidup.

 

 

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
3
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top