Sedang Membaca
Sabilus Salikin (79): Tata Cara Baiat Tarekat Rifa`iyah
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Sabilus Salikin (79): Tata Cara Baiat Tarekat Rifa`iyah

Redaksi

Seseorang yang akan bergabung dalam Tarekat al-Rifa`iyah terlebih dulu harus dibaiat.

Langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut;

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
  1. Berwudhu’
  2. Shalat taubat dua rakaat
  3. Mursyid duduk di atas lututnya dan di atas sajadah dengan menghadap kiblat, sedangkan salik duduk di atas lututnya menghadap mursyid sambil menempelkan kedua lututnya pada kedua lutut mursyidnya dengan adab dan khusyu’
  4. Kemudian mursyid membaca Surat al-Fatihah 3x kemudian membaca al-Isti’adzah dan ayat bai’at:

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللهَ يَدُ اللهَ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً ﴿الفتح: ١٠﴾

وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عٰهَدْتُمْ وَلَاتَنْقُضُوْا اَلْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً …. (النحل : 91)

Kemudian sâlik membaca kalimat tersebut dengan menjabat tangan mursyidnya (jika sâlik laki-laki).

  1. Kemudian mursyid menyuruh membaca istigfar;

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لآإِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تُبْتُ لِلهِ وَرَجَعْتُ إِلَى اللهِ وَنَهَيْتُ نَفْسِى عَمَّا نَهَى اللهُ وَرَضِيْتُكَ شَيْخًا لِى وَمُرْشِدًا بِطَرِيْقِ إِمَامِ الْأَصْفِيَاءِ وَسُلْطَانِ الْأَوْلِيَاءِ الْغَوْثِ الْأَكْبَرِ وَالْكُبْرَتِ الْاَحْمَرِ لَاثِمِ يَدِ النَّبِيِّ الْأَطْهَرِ الْخَاشِعِ الْخَاضِعِ الدَّاعِيْ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا السَّيِّدِ اَحْمَدَ مُحْيِ الدِّيْنِ أَبِى الْعَبَّاسِ الْكَبِيْرِ الْحُسَيْنِي الرِّفَاعِى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَبِطَرِيْقَةِ وَلَدِهِ الْقُطْبِ الْفَرْدِ الْجَمِيْعِ الْـجَوَّادِ سَيِّدِنَا السَّيِّدِ اَحْمَدَ عِزِّ الدِّيْنِ الشَّهِيْرِ بِالصَّيَّادِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَهٰذَا الطَّرِيْقُ طَرِيْقِيْ وَالْمَنْهَجُ مَنْهَجِيْ اَلْإِخْوَانِ إِخْوَانِيْ وَالطَّاعَةُ طَاعَتِيْ وَالمَعْصِيَّةُ تَحُوْلُ بَيْنَنَا وَالْعَهْدُعَهْدُ اللهِ وَالْيَدُ يَدُ سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ وَالْبَيْعَةُ بَيْعَةُ شَيْخِنَا وَسَيِّدِنَا السَّيِّدِ اَحْمَدَ أَبِي الْعَالَمِيْنَ الْكَبِيْرِ الْحُسَيْنِي الرِّفَاعِى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَاللهُ عَلَى مَا نَقُوْلُ وَكِيْلُ.

Baca juga:  Sabilus Salikin (6): Tarekat dalam Pandangan Ibnu Taimiyah

Setelah itu mursyid berkata pada sâlik: “Saya menetapkanmu menjadi sâlik tarekat ini dan dengan janji ini aku membaiat kepada Allah SWT”, kemudian mursyid berkata: “Berdirilah dan duduklah untuk menepati janji menjadi sâlik pada tarekat ini, setelah itu sâlik berdiri sesuai isyarahnya mursyid, setelah itu duduk”, ketika sâlik duduk mursyid berkata kepada sâlik:

أُوْصِيْكَ بِتَقْوَى اللهِ

  1. Kemudian mursyid mentalqin sâlik dengan kalimat tauhid;

لَآإله إلا الله ×3

seraya memanjangkan suaranya yang kemudian ditirukan oleh sâlik sambil mursyid meletakkan keningnya pada kening sâlik dan meletakkan tangannya mursyid pada dada sâlik dengan sambil mendo’akan agar sâlik mendapatkan taufiq, ikhlas dan barakah. Setelah itu, diakhiri do’a dengan bacaan al-Fatihah. (jika sâlik laki-laki)

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
  1. Setelah itu mursyid dan sâlik menghadap kiblat sambil membaca shalawat;

الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاوَسِيْلَتَنَا إِلىَ اللهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَوَّلَ خَلْقِ اللهِ وَخَاتِمَ رُسُلِ اللهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا أَنْبِيَاءَ اللهَ أَجْمَعِيَنَ.

Diakhiri dengan membaca al-Fatihah yang dihadiahkan kepada nabi Muhammad SAW., para Nabi dan Rasul, keluarga Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan Imam al-Rifa`i, berserta keluarganya dan muslimin muslimat. Setelah itu membaca do’a, (Qawa`id al-Mar`iyah fi Ushul al-Tarekat al-Rifa`iyah, halaman: 81-83).

Baca juga:  Sabilus Salikin (39): Pendapat yang Menolak Adanya Karamah

Tata Krama Tarekat al-Rifa’iyah

  • Khidmat kepada mursyid dengan tujuan sebagai berikut:
    1. Supaya watak sâlik terbentuk oleh watak mursyid sehingga akhlak sâlik dari akhlak yang buruk berubah menjadi akhlak yang baik
    2. Supaya sâlik terlepas dari pengakuan tipu daya, merasa mulia dengan tarekat ini, berbicara dengan ucapan yang bisa merusak akidah
    3. Supaya sâlik bisa keluar dari kemalasan yang dapat merubah sâlik menjadi semangat beramal shalih
    4. Supaya sâlik mengamalkan Alquran dan Hadis;
    5. Sâlik bisa menjalakan tarekat Salafus Shalih yang selalu menjalankan kebenaran yang bisa menghapus sesuatu yang tidak bermanfaat. Sehingga sâlik menjadi dekat dengan ahli al-haq dan jauh dari ahli al-bathil, terlepas dari pengaruh hujatan orang yang menghujat.

Ketika sâlik sudah memiliki tanda-tanda yang seperti di atas, maka mursyid memerintahkan sâlik untuk mengamalkan wirid-wirid sebagai berikut:

  1. Membaca Shalawat nabi minimal 20x
  2. Membaca Istighfar minimal 20x
  3. Membaca zikir diantaranya membaca لَآ إله إلا الله minimal 20x, dibaca setiap selesai shalat fardhu.

Jika sâlik menemukan kenyamanan dalam berzikir, maka mursyid akan menambah bilangan zikir menurut ukuran yang sesuai dengan keadaan sâlik. Jika dipandang perlu, mursyid memerintahkan sâlik untuk mengobati suatu penyakit bathin dengan riyadhah tertentu, perjalanan wisata, menyendiri, khalwat, tidak tidur di malam hari, tahajjud, melakukan khidmah yang memberatkan tubuh dan bershadaqah. (Qawa`id al-Mar`iyah fi Ushul al-Tarekat al-Rifa`iyah, halaman: 83-85)

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top