Sedang Membaca
Tentang Tasawuf
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Tentang Tasawuf

Susi Ivvaty
Tentang Tasawuf
Oleh KH Said Aqil Siroj dalam pengantar Kitab Sabilus Salikin karangan KH Sholeh Bahruddin, pendiri dan pengasuh Pesantren Ngalah Pasuruan Jatim.
Sufisme atau tasawuf adalah pemahaman keislaman yang moderat serta bentuk dakwah yang mengedepankan qoulan kariman (perkataan mulia), qoulan maisuron (perkataan yang pantas), qoulan layyinan (perkataan yang lemah lembut), qoulan balighon (perkataan yang membekas di jiwa), dan qoulan tsaqilan (perkataan yang berbobot), sebagaimana dalam al-quran.  Tasawuf merupakan inti sari dari ajaran Islam, yaitu wilayah yang mengharmonisasikan dimensi lahiriah dan batiniah yang ada dalam diri manusia.  Kata manusia yang bahasa Arabnya al-insan, bermakna harmoni. Para sufi yang telah memperoleh pancaran cahaya tasawuf adalah penegak dan penjunjung tinggi pesan-pesan Islam, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka mampu mewujudkan kehidupan yang harmonis di muka bumi. Tidak pandang bulu dengan perbedaan agama, madzhab, suku, negara, apalagi partai politik.  Ibnu Arabi (wafat 638 H) mampu menjalankan misi itu. Menurut ia, perbedaan adalah sarana manifestasi eksistensi Tuhan, seperti syairnya di kitab Zakhair al-A’laq Syarh Turjuman al-Asywaq:
 لقد صار قلبي قابلا صورة *** فمرعي لغزلان ودير لرغبان .
و بيت لأوثان و كعبة طا ءف *** و ألواح تورة و مصحف قران .
أدين بدين الحب أني توجهت *** ركائبه فالدين ديني و إيماني.
( Hatiku telah menerima setiap bentuk,  maka padang rumput bagi kijang-kijang dan wihara bagi para rahib.  Dan rumah berhala dan Ka’bah orang berthowaf, dan lembar-lembar Taurat serta mushhaf al-Quran.  Aku beragama dengan agama cinta,  tempat kelompok pecinta selalu menghadap, maka agama itu adalah agamaku dan imanku.
Para mutashowwifah atau ahli tashowwuf telah menempuh tahapan2 spiritual seperti tobat, zuhud, wara’, faqir, sabar, tawakal, dan syukur, yg digapai melalui bermacam2 ibadah, mujahadah, dan riyadhah. Tariqah adalah jalan/cara untuk menjauhkan hal tercela dan mengamalkan hal  terpuji.
Baca Juga:  Sufi, Tafsir Mimpi, dan Imaginasi (2)
Lihat Komentar (0)

Komentari