Sedang Membaca
Humor Gus Dur: Hanyutnya Presiden Soeharto
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Humor Gus Dur: Hanyutnya Presiden Soeharto

Sudah tentu mantan Presiden Soeharto kebagian sentilan Gus Dur. Suatu hari Pak Harto mancing di sebuah sungai –bekas orang kuat ini memang terkenal sangat gemar mancing (dan barangkali bukan cuma ikan yang dipancingnya).

Saking asiknya, Pak Harto tidak sadar bahwa air sungai itu meluap, lalu terjadilah banjir besar.

Pak Harto hanyut terbawa arus deras. Selama hanyut itu rupanya dia tak sadarkan diri, Dan ketika terbangun, dia berada jauh dari tempatnya semula. Keadaannya sangat sepi, hanya ada petani setempat, yang rupanya telah menolong Pak Harto.

Merasa berutang budi dan sangat berterima kasih, Pak Harto berkata kepada penolongnya itu.

“Kamu tahu enggak, saya ini siapa?” tanya Pak Harto.

“Tidak,” jawab si penolong.

“Saya ini Soeharto, Presiden Republik Indonesia. Nah, karena kamu sudah menolong saya, maka kamu boleh minta apa saja yang kamu mau, pasti saya beri. Ayo, katakan saja keinginan kamu.”

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Saya minta satu hal saja, Bapak Presiden,” kata sang penolong.

“Katakan saja, apa itu?”

“Tolong jangan bilang siapa-siapa bahwa saya yang menolong Bapak.”

Pesan Kerudung Bergo

Entah apa maksud Gus Dur melontar humor seperti ini. Wong tidak terlalu lucu juga. Tapi, meski tidak lucu, kita bisa memetik hikmah bahwa petani kecil yang hidupnya di pinggir sungai, begitu ikhlas tanpa pamrih. Jangankan minta dibuatkan rumah mewah, minta dihajikan atau minta mobil atau sawah luas. Coba kalau sekarang, minimal minta foto bersama, agar viral dan dipuja-puja.

Baca juga:  Kata Gus Dur, Ngaji Keliling Harus Lucu

(SumberGer-Geran Bersama Gus Dur, Penyunting Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan, Pustaka Alvabet, 2010)

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (2)

Komentari

Scroll To Top