Sedang Membaca
Sabilus Salikin (147): Tarekat Matbuliyah
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sabilus Salikin (147): Tarekat Matbuliyah

Matbuliyahpeta

Syaikh Ibrahim bin Ali bin Umar al-Matbuli dikenal sebagai imam para wali di masanya. Beliau hidup pada sekitar tahun 800 H, tergolong wali yang mempunyai pangkat al-Dawair al-Kubra. Beliau mempunyai ma’rifat yang sempurna. Meski ummi (tidak bisa baca tulis), beliau mempunyai akal yang cerdas dan kekuatan dari diri beliau sendiri, sehingga tidak ada tujuan-tujuan nafsu yang ada pada diri beliau. Alquran dijadikan oleh beliau sebagai imam.

Sehari-harinya ia bekerja sebagai penjual kacang rebus di dekat masjid Jami’ Amir Syarafuddin di daerah Husainiyah, Kairo Mesir. Mengenai gurunya Syaikh Ibrahim, ketika ditanya siapakah gurumu? Beliau menjawab, “Ibuku, karena beliaulah yang mendidikku pada waktu kecil”. Dan terkadang beliau menjawab, “Guruku adalah Muhammad SAW.”.

Ibu beliau adalah seorang yang salihah dan seorang ibu rumah tangga yang baik, jika Syaikh al-Matbuli dilanda masalah yang berat, maka beliau pergi ke makam ibunya dan menceritakan permasalahan tersebut di atas makam ibunya dan masalah tersebut menjadi tuntas.

Al-Matbuli juga pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Ia menceritakan mimpinya kepada ibunya. Lalu ibunya berkata, “Wahai anakku, seorang lelaki sejati adalah orang yang mampu berkumpul langsung dengan Rasulullah SAW. dalam keadaan sadar”. Beberapa waktu kemudian al-Matbuli mampu bertemu dan berkumpul serta bermusyawarah dengan Rasulullah SAW. dalam keadaan sadar. Lalu ibunya berkata, “Sekarang engkau benar-benar seorang laki-laki sejati”.

Baca juga:  Sabilus Salikin (19): Pengertian Sufi dan Tasawuf

Mengenai gurunya syaikh Ibrahim al-matbuli juga disebutkan bahwa beliau pernah menimba ilmu pada Syaikh Yusuf al-Barlisi al-Ahmadi.

Al-Matbuli ketika bertemu dan berkumpul serta bermusyawarah dengan Rasulullah SAW, membicarakan tentang berbagai hal, bahkan al-Matbuli pernah menggali sumur yang ada di kebunnya akan tetapi tidak menemukan air, kemudian beliau melaporkan tentang hal tersebut pada Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Besok aku akan mengutus Ali bin Abi Thalib putera pamanku agar memberi tanda pada sumur Nabi Syu’aib As yang pernah digunakan untuk memberi minum kambingnya”.

Lalu esok harinya al-Matbuli menemukan tanda sebagaimana yang dimaksud Rasulullah SAW. Kemudian ia gali, dan ternyata disitu benar-benar terdapat sumur yang memiliki mata air yang besar.

Selama hidupnya al-Matbuli tidak pernah menikah, selama hidupnya lebih banyak digunakan untuk beribadah baik siang maupun malam. Selama hidupnya lebih dari 80 tahun sampai meninggalnya beliau tidak pernah mimpi basah (ihtilam). Syaikh Ibrahim al-Matbuli selalu bersikap lembut kepada siapapun bahkan kepada orang yang menyakitinya sekalipun.

Karamah yang dimiliki Syaikh Ibrahim al-Matbuli sangat banyak sekali diantaranya pernah suatu ketika beliau didatangi seorang laki-laki yang ingin meredam syahwatnya, kemudian Syaikh Ibrahim berkata, “Kamu menginginkan sementara atau selamanya? Jika menginginkan sementara, maka ikatlah kemaluanmu maka selama terikat selama itu pula kau tidak merasakan syahwat”. Tapi jika laki-laki tersebut menginginkan untuk meredam syahwat untuk selamanya, diusaplah punggungnya maka selamanya dia tidak akan pernah syahwat kepada perempuan sampai mati.

Baca juga:  Jejak Tarekat dalam Mantra Osing

Dan diantara karamahnya, jika Syaikh Ibrahim al-Matbuli masuk ke dalam kebun, maka semua yang ada di dalam kebun tersebut baik pepohonan atau rerumputan akan memanggilnya dan memberitahukan segala khasiat dan madharatnya.

Mengenai muridnya, Syaikh Ibrahim al-Matbuli pernah ditanya. “Siapa yang akan meneruskan tugasmu ini? Beliau menjawab, “Seorang pemuda yang bernama Muhammad bin Annan.

Adapun murid-murid dari Syaikh Ibrahim al-Matbuli adalah:  sayyid Syakh Ali al-Murshafi, syekh Abdul Qâdir al-Dastuty, sayyid Muhammad Munir, sayyid Muhammad bin Annan, syaikh Abu Bakar al-Hadidy, syaikh Muhammad Sarawy, syaikh Abdul Halim bin Muslih, syaikh Yusuf al-Haritsi, Muhammad Syanawy al-Ahmady, syaikh Zakaria, syaikh Burhanuddin bin Abi Syarif, syaikh Burhanuddin al-Qalqasnady, syaikh Kamaluddin al-Thowil, syaikh Abdul Haq al-Sinbaty, syaikh Yusuf al-Kurdy, syaikh Shalih Ahmad Zawawi.

Syaikh Ibrahim bin Ali bin Umar al-Matbuli wafat pada tahun 880 H pada usia 109. Ketika itu beliau sedang melakukan perjalanan menuju Yerusalem dan beliau di makamkan di desa Saduud di sisi makam Salman al-Farisi. Adapun daerah penyebaran tarekat ini kebanyakan berada di daerah mesir.

Matbuliyah
Imam Abdul Wahab, Mursyid Matbuliyah (YouTube)
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top