Sedang Membaca
Direktur Universitas Radboud: Penting untuk Saling Memahami Antaragama
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Direktur Universitas Radboud: Penting untuk Saling Memahami Antaragama

Redaksi

Direktur Eksekutif Universitas Radboud, Nijmegen Belanda, Daniel Wigboldus menyebut pentingnya saling memahami antarsesama manusia dan antaragama di dalam kehidupan. Memahami agama lain akan membawa kita untuk memahami manusia yang berbeda.

Untuk itulah Universitas Radboud terutama Fakultas Filsafat, Teologi, dan Kajian Agama menyambut bahkan menyokong acara konferensi internasional tentang Islam moderat di Indonesia yang digelar PCI Nahdlatul Ulama Belanda serta pameran foto masjid Nusantara hasil kolaborasi PCI NU Belanda, Alif.Id, dan Museum Bronbeek Arnhem.

“Radboud adalah universitas Katolik tapi kami terbuka kepada siapa pun untuk masuk dan belajar, karena kami juga ingin memahami agama lain, agama Islam. Banyak sekali mahasiswa Indonesia yang belajar di sini, juga dari negara-negara di seluruh dunia. Saling memahami antaragama itu penting dan sudah menjadi DNA kami untuk itu,” katanya saat pembukaan pameran foto masjid Nusantara pada 12 Juni 2019 pukul 17.00 waktu setempat.

Wigboldus menekankan pada kesalingan dalam memahami manusia. Adalah timpang jika satu pihak berusaha memahami dan pihak lain tidak melakukan hal yang sama. Maka itu kesalingan sangat dibutuhkan dalam hubungan antaragama dan antarmanusia.

Baca Juga

Untuk itulah Universitas Radboud menyambut gembira terselenggaranya konferensi internasional yang digelar PCI NU Belanda dengan menyediakan tempat di universitas selama tiga hari pada tanggal 18-21 Juni 2019. “Kami mengundang semuanya yang datang di pembukaan pameran foto ini untuk datang kembali tanggal 18 Juni nanti. Sampai bertemu di konferensi,” kata Wigboldus.

Baca juga:  Cinta untuk Rohingya dari Lintas Iman Magelang
Direktur Eksekutif Universitas Radboud Nijmegen, Daniel Wigboldus (kiri), menerima foto Masjid Ganting Padang koleksi alif.id yang diserahkan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Din Wahid (kanan)
Lihat Komentar (0)

Komentari