Sedang Membaca
Tentang Penciptaan Adam, Isa, dan Sperma
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Tentang Penciptaan Adam, Isa, dan Sperma

Mohammad Fathi Royyani

Menarik memang mendiskusikan mengenai proses penciptaan manusia pertama, yang dalam agama dikenal dengan Adam. Apalagi, diksusi tersebut disandingkang dengan teori ilmu pengetahuan.

Banyak perdebatan mengenai relasi agama dan ilmu pengetahuan. Para saintis, terutama yang dari Barat umumnya menolak doktrin agama terkait ilmu pengetahuan. Contohnya yang terhangat adalah Richard Dawkins seorang evolusionis yang tidak percaya dengan adanya Tuhan.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Ilmuwan lain pun memiliki pandangan serupa, Stepehen William Hawkins seorang fisikawan yang “mengabaikan” kehadiran Tuhan.

Sementara ada juga yang bependapat masing-masing memiliki relung sendiri yang kadang bertemu dan kadang tidak bertemu bahkan berseberangan.

Walau pun demikian, banyak juga yang mencoba mendamaikan keduanya. Menurutnya teori-teori ilmu pengetahuan pada dasarnya selaras dengan nafas agama. Bisanya, pendapat ini datang dari agamawan.

Baca juga:

Mereka-reka Nabi Adam dan teori Evolusi

Di antara perdebatan yang hangat adalah mengenai penciptaan manusia pertama.
Bagi kalangan evolusionis, manusia sekarang adalah hasil proses evolusi dan bukan bentuk akhir. Terkait dengan hal tersebut, Manusia akan mengalami perubahan bentuk.

Bentuk-bentuk tubuh manusia akan berubah seiring dengan beberapa organ tubuh yang tidak fungsional. Sementara bagian yang terus digunakan akan berkembang makin membesar.

Baca juga:  Antara Nagham, Qiro'ah dan Tajwid

Ada banyak bentuk manusia yang pernah hadir di muka bumi, Homo Nederlanthal, Homo Wajakensis, sampai pada Homo Sapien yang menjadi manusia modern sekarang ini.

Berbagai temuan arkeologi dan ilmu pengetahuan terkait perkembangan manusia, memang agak membingungkan ketika disandingkan dengan doktrin agama yang ada dalam kitab suci.

Apakah Homo Sapien pertama adalah Adam? Tapi bukankah homo sapien merupakan hasil dari proses evolusi yang panjang? Jadi pada saat kapan perubahan tersebut menjadi Adam? Untuk menjawab hal tersebut, ilmu pengetahuan pun masih kelimpungan.

Dalam bahasa ilmu pengetahuan dikenal missing link, yakni satu rantai evolusi yang hilang atau belum ditemukan jawaban yang pasti, terutama untuk menjawab perubahan manusia dari mamalia lain, simpanse.

Missing link pun sejatinya tidak hanya pada persoalan perubahan bentuk manusia dari bentuk lainnya, tetapi juga dari jenis manusia yang sudah berjalan pada jenis lainnya.

Keimanan dan Kekuasaan Tuhan
Ilmu pengetahuan memang belum bisa menjawab persoalan:persoalan detail penciptaan manusia. Terutama kaitannya dengan evolusi yang memiliki rentang waktu cukup panjang. Ilmu pengetahuan hanya bisa menduga dan memprediksi, dengan kaidah-kaidah saintifik tentu saja.

Lantas, apakah dengan demikian penciptaan Nabi Adam bertentangan dengan evolusi? Jawabannya tentu akan beragam. Tapi sebagai seorang Muslim dan beriman, tentu kita wajib mempercayai adanya Nabi Adam sebagai manusia pertama.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Baca juga:  Lebaran ala Majalah "Wanita"

Dalam salah satu ceramahnya, Kyai Said Aqil Siradj pernah membacakan silsilah Nabi Muhamamd sampai pada Nabi Adam. Jika merujuk pada hal tersebut, maka rentang waktu antara Nabi Muhammad dan Nabi Adam tidak lah terpaut cukup jauh, walaupun satu Nabi bisa hidup sampai ratusan tahun.

Selain itu, bila merujuk pada ayat mengenai Nabi Adam, salah satu kata yang digunakan oleh Al-Qur’an adalah Ja’ilun, yang diartikan menciptakan, mengangkat, atau menjadikan.

Saya menduga, pemilihan kata tersebut juga bermakna lain. Kemungkinan, Allah ketika menciptakan Adam melalui shortcut. Jalan pintas bagi evolusi.

Jalan pintas ini juga menunjukkan kepada Kekuasaan Allah, Kemaha Berkehendak Allah, dan Kemaha-maha lainnya.

Jika pun manusia terus mengikuti jalur evolusi, maka pada akhirnya akan menjadi manusia modern juga seperti kita-kita. Tapi, kalau jalur evolusi yang digunakan maka membutuhkan banyak waktu. Untuk mempersingkat proses tersebut, melalui KUN-Nya, Allah mempersingkat jalur evolusi. Mungkin ada ratusan ribu atau jutaaan tahun yang dipangkas.

Tanpa melalui keterlibatan semesta, Allah menjadikan Adam dalam waktu sekejap. Berbeda dengan manusia sebelumnya dan setelahnya, masih harus ada proses alamiah untuk menjadikan makhluk.

Hal ini pun, ditunjukkan Allah pada penciptaan yang lain, yakni Nabi Isa AS. secara saintifik memang susah menjelaskan fenomena Nabi Isa lahir tanpa seorang laki-laki yang membuahi Maryam. Tapi bagi agamawan, khususnya Islam dan Kristen, tentu tidak. Cukup dengan percaya. Walaupun demikian, ilmu pengetahuan pun sejatinya bisa menjawab, bahwa untuk menjadikan manusia lain, maka yang dibutuhkan tidak hanya sperma dan ovum, melainkan cukup dari kromoson seorang perempuan bisa ada atau lahir seorang manusia. Di sinilah, lagi-lagi Allah sedang menunjukkan kemahaannya.

Baca juga:  Persekutuan al-Idrisi dan Raja Kafir
Lihat Komentar (1)
  • Saya memahami tulisan ini bahwa manusia purba seperti Homo Sapiens, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan lainnya sudah ada di bumi sebelum Nabi Adam A.s

Komentari

Scroll To Top