Di Balik Kemasyhuran Habib Umar

Fathurrochman Karyadi

Di sebuah forum terbatas, salah satu guru saya bercerita. Saat itu suasana di luar ruangan cukup terik, mata mengantuk, dan kondisi fisik lumayan lelah. Namun, obrolan-obrolan tentang biografi serta kisah dedikasi ulama selalu mampu membangkitkan jiwa.

Guru saya ini mendapat kisah dari gurunya yang dahulu merupakan teman satu halaqah (kelas belajar) Habib Umar bin Hafidz. Beliau menyaksikan bahwa kala muda, Habib Umar memang hobi berjalan, belajar, dan berdakwah. Saat yang lain memilih diam, Habib Umar mencari hal yang beda. Ini dilakukan saat ia masih muda.

“Maka tak heran jika Habib Umar hingga kini jadwalnya padat luar biasa dan beliau tidak merasa lelah. Satu hari bisa menghadiri banyak acara-acara besar, karena memang sejak muda sudah terbiasa,” tuturnya.

Sebuah hadis sahih yang diriwayatkan lebih dari sembilan imam ahli hadis ini sangat cocok menggambarkan sosok Habib Umar ini. Begini redaksi teksnya:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

 

Dari Sahabat Abu Hurairah Ra, dari Nabi Saw bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil;

(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah; (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid; (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya;

(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, Sesungguhnya aku takut kepada Allah; (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya; (7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

Baca Juga:  Kiai Wahid Hasyim, Maha Guru PMII

Juga syair Imam Agung Asy-Syafi’i Ra:

اصبر على مر الجفا من معلم – فإن رسوب العلم في نفراته
 ومن لم يذق ذل التعلم ساعة – تجرع ذل الجهل طول حياته
 ومن فاته التعليم وقت شبابه – فكبر عليه أربعا لوفاته
 حياة الفتى والله بالعلم والتقى – إذا لم يكونا لا اعتبار لذاته

Bersabarlah atas kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya memperoleh ilmu karena memusuhinya.
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar meski sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidup.

Baca Juga

Barangsiapa meninggalkan belajar di masa mudanya,
Bertakbirlah untuknya empat kali karena mati (salat jenazah).
Demi Allah, hakikat pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
Jika keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.”

Dari obrolan ringan di forum tersebut, lalu hati saya benar-benar terbuka bahwa tidak ada sesuatu yang dihasilkan secara tiba-tiba. Semua disusun sedari dini. Habib Umar bin Hafidz yang sedemikian alim, masyhur, dan luar biasanya, sungguh sudah disiapkan sejak muda. Merasakan pahitnya menuntut ilmu, meluangkan waktu untuk ilmu, berlatih fisik dan spiritual. Maka mahabenar, di balik sesuatu pasti ada sesuatu lain yang melatarbelakangi.

Semoga Allah Swt menjadikan kita dan keturunan kita semua sebagai hamba-Nya yang saleh, alim, dan bertakwa sejak kecil, muda, dan di usia tua. Amin

 

 

Lihat Komentar (0)

Komentari