Sedang Membaca
Mengenal Buku Pendidikan NU Terbitan Tahun 1979
Yusuf Suharto
Penulis Kolom

Tim Aswaja NU Center PWNU Jatim, dan Tim Penulis Khazanah Aswaja.

Mengenal Buku Pendidikan NU Terbitan Tahun 1979

Img 20200619 Wa0008~2

Buku berjudul “Pendidikan Nahdlatul Ulama untuk Mengenal dan Menghayati Perjuangan NU” adalah buku yang menjadi panduan para siswa atau santri Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar Ma’arif di Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur. Siapa yang menerbitkan? Kapan terbit? Apa saja isinya?

Buku yang diterbitkan Cahaya Ilmu Surabaya ini, adalah atas koordinasi atau diterbitkan oleh Pimpinan Cabang LP. Maarif Kotamadya Surabaya.

Buku ini pada mulanya terbit secara stensilan pada tahun 1979. Bermakna dalam masa kepemimpinan Rais ‘Aam PBNU, KH. Bisri Syansuri. Cetakan pertama diberi kata pendahuluan tertanggal 21 Jumadil Akhir 1339 H/17 April 1979 M. Kemudian disusul cetakan kedua, tertanggal 27 Rajab 1401 H/ 1 Juni 1981 M, yang merupakan cetakan penyempurnaan dan penyesuaian dari aspirasi para guru Ma’arif, dan masukan para tokoh NU.

Penulis masih menyimpan buku diktat ini yang dibeli pada 5 April 1993 dengan harga Rp 650,- ketika kami belajar di Madrasah Diniyyah Ula al-Ihsan Gambor, Singojuruh, Banyuwangi, pada rentang 1992-1994, ketika di saat bersamaan penulis belajar di SMPN 1 Rogojampi. Jadi, pagi siang kami menempuh studi di SMP, kemudian siang sorenya disusul belajar di Madrasah Diniyah.

Dengan demikian, Madrasah Diniyah tingkat Ula (tingkat pertama) adalah dalam kategori pendidikan dasar naungan LP Ma’arif, misalnya di Madrasah tempat kami belajar yaitu Madrasah Diniyah Ula Al-Ihsan, yang berada di desa Gambor, kecamatan Singojuruh, Banyuwangi pada tahun 1992-1994. Adapun selepas Ula adalah tingkat Wustha, kemudian Ulya.

Baca juga:  Sabilus Salikin (30): Pengertian Tarekat

Dalam kata pendahuluan, penulis buku, Abu Syam Harjono menyatakan bahwa buku ini diterbitkan berdasarkan keputusan Musyawarah Lembaga Pendidikan Ma’arif tingkat Cabang, Wilayah, dan Pusat yang merekomendasikan perlunya buku Pendidikan ke-NU-an bagi sekolah atau madrasah Ma’arif. Untuk Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar Ma’arif, buku ini terdiri dari tiga jilid. Jilid satu untuk kelas IV, jilid dua untuk kelas V, dan jilid tiga untuk kelas VI.

Buku ini diberi pengantar Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif, yang ditandatangani oleh H. Musa Abdillah (Wakil Ketua), dan H. A. Maliki (Wakil Sekretaris II). Dinyatakan, bahwa buku ini sudah cukup memadai dipergunakan di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah. Dinyatakan pula bahwa PP LP Ma’arif sedang menunggu keputusan tim mengenai penyusunan buku Ahlussunah wal Jama’ah (ke-NU-an).

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Buku ini memuat foto para ulama NU, terutama tiga ulama pendiri NU, yaitu KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syansuri. Sayang sekali, foto Kiai Hasyim Asy’ari di buku ini bukan foto asli, melainkan lukisan.

Foto di buku ini adalah foto ke-73 dari Kiai Bisri Syansuri, yang baru terdeteksi dan belum ada di bakal buku Biografi Foto Para Kyai Pendiri NU karya Moch. Faishol. Diperkirakan, foto Kiai Wahab Hasbullah sudah ditemukan sekitar 60-an foto. Sementara itu tentang KH. Hasyim Asy’ari, masih terdeteksi ada lima foto.

Baca juga:  Cara Gus Dur Mempromosikan Kiai

Setelah kami sodorkan foto Kiai Wahab Hasbullah di buku “Pendidikan Nahdlatul Ulama” itu kepada Moch Faishol, ia kemudian memberikan analisis berikut ini:

Waktu : Sekitar 1960
Tempat : Jakarta
Peristiwa : –
Jenis foto : Monokrom
Status tashih : Belum sahih
Pentashih : –
Sumber asal : Buku Pendidikan Nahdlatul Ulama untuk Mengenal dan Menghayati Perjuangan NU, jilid II untuk kelas 5
Diperoleh dari : Yusuf Suharto, 18 Juni 2020

Foto KH.A Wahab Hasbullah dengan tampilan lebih utuh, dimuat di buku diktat untuk pelajar di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar Ma’arif. Buku yang disusun oleh Abu Syam Haryono ini dicetak oleh penerbit Cahaya Ilmu Surabaya pada 17 April 1979 atau 21 Jumadil Akhir 1399 H.

Meski kualitas foto tidak terlalu bagus, namun masih terlihat saat mbah Yai Wahab tersenyum dan mengulurkan tangan yang terbuka seperti menyambut ajakan untuk bersalaman.

Buku itu penting karena di dalamnya ada data-data, dan penting, karena buku berikutnya adalah berpijak dari buku sebelumnya.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top