Sedang Membaca
Kitab Hadis Arba’un Nusantara Karya Abdus Salam Al-Naqari Al-Banjari
Taufik Kurahman
Penulis Kolom

Mahasiswa Pascasarjana Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga

Kitab Hadis Arba’un Nusantara Karya Abdus Salam Al-Naqari Al-Banjari

Img 20210303 101923

Ketika aku membaca perjalanan hidup para ulama terdahulu, aku mengandai-andai dapat menjadi seperti Imam al-Bukhari. Sungguh, hadis Nabi telah dicintakan kepadaku sejak aku kecil. Dan ia (hadis dan ilmu hadis) menjadi ilmu yang paling kusenangi…”

(Abdus Salam al-Naqari dalam muqaddimah kitab Arba’unnya)

Buku Kiai Said

Nama Abdus Salam bukanlah nama yang masyhur di Indonesia, bahkan di tanah Banjar sekali pun. Namun, masyarakat Banjar tentu tidak asing dengan keluarga beliau. Beliau adalah salah satu anak dari Ahmad Mughni (w. 1414 H), dan merupakan seorang adik dari ulama masyhur bernama Muhammad Bakhiet (l. 1966), seorang alim yang Majelis Taklim mingguannya dihadiri oleh ribuan hingga belasan ribu jemaah. Nasab beliau sampai kepada Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (w. 1812) atau oleh masyarakat Banjar lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, pengarang kitab Sabil al-Muhtadin.

Abdus Salam pada bulan Zulhijah tahun 1398 H. Beliau menisbahkan namanya dengan gelar al-Naqari yang merujuk pada kampung halaman beliau, yaitu Nagara (kini masuk dalam kecamatan Daha Selatan, kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan).

Sebagaimana disebutkan dalam kutipan di atas, beliau merupakan orang yang mencintai hadis. Sebagai kelanjutan dari rasa cintanya, dia mengikuti jejak para ahli-ahli hadis zaman dulu yang melakukan banyak rihlah dalam belajar dan mencari sanad hadis. Karena itu, al-Naqari juga menempuh perjalan demi perjalanan ke berbagai daerah untuk menemui banyak guru dengan niat belajar dan mengambil sanad hadis.

Baca juga:  Mutiara Hadis: Syi'iran Hadis-Hadis Pilihan

Hasil dari rihlah tersebut adalah sebuah karya hadis arba’un. Karya tersebut diberi nama Al-Arba’un al-Buldaniyyah fi al-Zuhd wa al-Riqaq: Arba’una Haditsan ‘an Arba’ina Syaikhan fi Arba’ina Baladan min Arba’ina Shahabiyyan. Kitab ini dicetak dan diterbitkan oleh Datu Ismail Press pada Desember 2019 di Kuaro Paser, Kalimantan Timur.

Meskipun dinamakan dengan al-Arba’un, yang berarti empat puluhan, hadis di dalamnya berjumlah lima puluh. Dan, memang, penamaan kitab hadis dengan istilah arba’un merupakan hal yang lumrah dan banyak dilakukan oleh ulama sebelumnya, seperti al-Arba’un al-Nawawiyyah, al-Minhah al-Khairiyyah fi Arba`in Haditsan min Ahadits Khair al-Bariyyah karya Syekh Mahfudz al-Tarmasi, dan al-Arba’un Haditsan min Arba’ina Kitaban ‘an Arba’ina Syaikhan karya Syekh Yasin al-Fadani.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sebagaimana namanya, kitab ini berisi hadis-hadis yang didapatkan al-Naqari dari empat puluh (tepatnya lima puluh) guru berbeda, di empat puluh tempat atau daerah yang berbeda, yang sanadnya bersambung kepada empat puluh sahabat Nabi yang berbeda pula.

Hadis-hadis diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama daerah, yang ditulis dalam bahasa Arab Melayu, di mana beliau mendapatkan sanad hadis tersebut, seperti Amuntai, Barabai, Balangan, Balikpapan, dan terus berlanjut hingga Mojokerto. Namun, khusus hadis yang didapat di Madinah dan Mekah diletakkan di urutan pertama dan kedua, dan hadis dari Seiyun (salah satu kota di Hadramaut) di urutan ketiga.

Baca juga:  Maktabah Sulaymaniyyah: Perpustakaan Raja Penjaga Manuskrip

Dalam karya tersebut, berdasarkan kualitasnya, beliau mendahulukan hadis yang sahih dibandingkan yang dhaif. Berdasarkan matannya, hadis yang pendek lebih diutamakan daripada hadis yang panjang. Dan dari segi sanadnya, beliau lebih mendahulukan hadis ‘ali (hadis yang jumlah periwatnya lebih sedikit atau pendek) dibandingkan hadis nazil (hadis yang jumlah periwayatnya lebih banyak atau panjang).

Aspek lain yang menarik dalam penulisan karya hadis ini adalah rentang waktu yang beliau habiskan. Dalam penuturan al-Naqari sendiri, karya ini selesai ditulis hanya dalam waktu satu minggu.

 

Buku Tasawuf

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top