Sedang Membaca
Tahlilan di Negeri Khabib Nurmugamedov
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Tahlilan di Negeri Khabib Nurmugamedov

Rijal Mumazziq Z

Di kota Derbent, Republik Dagestan, salah satu negara federasi Rusia, terdapat beberapa makam kuno yang terhimpit makam umum. Negara bagian Federasi Rusia yang melahirkan jawara UFC, Khabib Nurmagomedov, ini memang banyak merawat makam-makam orang mulia, termasuk sebuah kompleks makam purba ini. Kompleks pemakaman ini disebut Kyrkhlyar. Kyrkhlyar?

Artinya, 40 syuhada. Sebutan yang dinisbatkan kepada kurang lebih 40 syuhada yang menyebarkan Islam di kawasan ini.

Kondisinya masih terawat baik, terlihat dari beberapa nisan dengan bentuk tak lazim: setengah bulat dengan ukuran dua meter yang berjajar dengan rapi. Nisan paling besar terdapat di tengah komplek makam klasik ini. Selain batu setengah bulat dengan warna putih yang membujur kaku, di bagian kepalanya terdapat batu yang jauh lebih besar dan tinggi. Tampaknya ini makam pemimpinnya.

Secara keseluruhan di tempat pemakaman ini terdapat 25 makam kuno yang oleh penduduk setempat dipercayai sebagai makam para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

M. Aji Surya, diplomat Indonesia, pernah menziarahi komplek makam para shahabat ini. Dia dijemput dan diantar berziarah oleh Maksud Sadikov, Rektor Institut Teologi Kaukasus Utara, ke makam ini didampingi beberapa orang.

Benarkah itu makam para shahabat agung Rasulullah shallallahu alaihi wasallam? Perlu riset ilmiah lebih lanjut. Hanya saja masyarakat lokal mempercayai bahwa disitulah dimakamkan jenazah mulia beberapa shahabat radliyallahu ‘anhum. Kisah tutur ini disampaikan secara turun temurun, dari generasi ke generasi di kota Derbent, meskipun pemerintah Uni Sovyet dulu pernah melarang penduduk menganut agama tertentu.

Kabarnya, berdasarkan kisah tutur penduduk Derbent, di kota inilah Islam kali pertama disebarkan. Khalifah Umar Bin Khattab radliyallahu ‘anhu mengirim beberapa delegasi guna berdakwah di sini. Di antaranya, shahabat Suraqah bin Amir dan dua bersaudara Salman dan Abdurrahman bin Rabi’ radliyallahu ‘anhum. Makam ketiganya ada di komplek pemakaman ini.

Baca Juga:  Islam dan Kepenyairan

Sedangkan shahabat Salman Al-Farisi, Abu Hurairah dan Huzaifah al-Yamani, ikut berdakwah di sini kemudian kembali lagi ke Arab. Demikian kisah tutur itu beredar. Meskipun nama-nama sahabat agung di atas tidak terukir di nisan-nisan kuno tersebut.

Baca Juga
Tradisi "Pamali" Banjar dan Denyutnya yang Melemah

Yang unik adalah: ketika berziarah, Prof Maksud Sadikov, orang Dagestan itu, mempimpin doa bersama. M. Aji Surya, sang diplomat RI, menuturkan bahwa selain memulai dengan membaca Surah al-Fatihah dan an-Nas, sang imam juga membaca selawat dan doa yang persis dilakukan oleh kaum Nahdliyyin dalam tahlilan. Demikian tulis sang diplomat dalam “Geliat Islam di Rusia: Catatan Seorang Diplomat” (Kompas, 2012: 210). Jadi, tahlilan itu sudah menjadi bagian dari ritual muslim secara universal, bukan tuduhan warisan Hindu bla bla bla…

Sungguh luar biasa, Islam di Rusia tidak pernah luluh meskipun genta komunisme ditabuh bertalu-talu selama lebih dari tujuh puluh tahun. Meskipun kitab-kitab dibakar oleh rezim komunis dan masjid-masjid banyak dirobohkan dan dialihfungsikan.

Fondasi Islam di kawasan ini bertumpu pada Mazhab Syafi’i dalam fikh, Asy’ariyah dalam teologi, dan Naqsyabandiyah dalam tarekat. Sebuah fondasi spiritualitas yang identik dengan pilar keberislaman di Nusantara. Wallahu A’lam Bisshawab.

Lihat Komentar (0)

Komentari