Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Tradisi Riyadloh Santri Penghafal Alquran

Bila Santri Putri Penghafal Alquran Ziarah Kubur

Pondok Pesantren Krapyak Jogjakarta merupakan pesantren induk untuk para santri yang ingin menghafal Alquran. Pesantren-pesantren Alquran seperti di Kempek Cirebon, Kalibeber Wonosobo, Kudus, Solo, Pandanaran, dll, bersumber dari pesantren Krapyak, yakni KH Muhammad Munawwir.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Salah satu tradisi lelaku para penghafal Alquran adalah berziarah ke makan para ulama Krapyak, khususnya Kiai Munawwir. Mereka “menyepi”, konsentrasi untuk mengaji, menghafal. Itu dilakukan bukan hanya santri putra, tapi juga santri putri.

Tapi sesungguhnya, tradisi ziarah, khususnya santri putri, adalah tradisi baru, alias belum lama ada. Dengan bukti, tidak banyak santri putri yang melakukan membaca/menghafal dengan cara menyepi, konsentrasi di makam.

Apa niat atau motif mereka ziarah? Apa yang mereka lakukan di makam? Apa yang mereka rasakan saat berada di makam?

Baca juga:  Sedekah Laut dalam Pandangan Budaya dan Agama
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top