Sedang Membaca
Sabilus Salikin (41): Wali yang Jumlahnya Tetap pada Tiap Zaman (2)
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sabilus Salikin (41): Wali yang Jumlahnya Tetap pada Tiap Zaman (2)

Redaksi
Syaikh Abdul Qodir dan Nasrani yang Masuk Islam

Lanjutan dari edisi sebelumnya, tentang wali yang jumlahnya tetap pada tiap zaman:

  1. Lima belas wali yang disebut Rijal al-Hannan dan al-Athfi al-Ilahi

Yaitu: wali yang berjumlah 15 yang memiliki hati yang lemah lembut, hati yang penyayang kepada seluruh hamba-hamba Allah baik mukmin maupun kafir, mereka melihat makhluk dengan pandangan belas kasih bukan dalam kaca-mata hukum, mereka tidak diberi kekuasaan oleh Allah untuk menjadi pemimpin kepemerintahan atau menjadi hakim karena peRasaan dan maqâm mereka tidak menempati kedudukan hukum yang mengikat makhluk, mereka bergaul dengan makhluk karena terdorong oleh belas kasihan. al-A’RAf: 156

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَـذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَـا إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاء وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٥٦﴾

  1. Empat Wali Anfas

Yaitu: wali yang memiliki kewibawaan dan keagungan yakni wali yang berjumlah 4 pada setiap zaman tidak kurang tidak lebih. Al-Mulk: 3.

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقاً مَّا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ ﴿٣﴾

Mereka membantu wali autad, hatinya bergantung pada langit, jasadnya tidak dikenal di bumi tetapi dikenal oleh penduduk langit. 1) wali yang pertama berada di hati nabi muhamad, 2) wali yang kedua berada pada hati nabi Syu’aib, 3) wali yang berada pada hati nabi Shaleh, 4) wali yang berada pada hati nabi hud.

  1. Dua puluh empat Wali Rijal al-Fathi

Yaitu: wali yang berjumlah 24 tidak kurang tidak lebih pada setiap zaman, Allah membuka hati wali Allah dengan melalui perantaraan mereka, terbukanya hati itu berisi pengetahuan dan Rahasia ilahi, Allah menjadikan mereka berjumlah 24 menurut hitungan jam dalam hari, setiap jam ada Rijal al-Fathi yang bertugas. Setiap orang yang hatinya terbuka terhadap ilmu dan pengetahuan terhadap jam tersebut maka wasilahnya adalah seorang wali Rijal al-Fathi yang bertugas pada jam tersebut, mereka berpencar di seluruh penjuru bumi dan tidak pernah berkumpul. 2 orang wali Rijal al-Fathi berada di daeRAh  yaman, 4 orang wali Rijal al-Fathi berada di belahan bumi timur, 6 RAng wali Rijal al-Fathi berada di bumi barat, 12 orang wali tersebar di arah-arah yang lain. Fathir: 2

مَا يَفْتَحِ اللهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِن بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢﴾

  1. Tujuh wali Rijal al-Ma’arij al-`Ula

Yaitu: wali yang berjumlah 7 orang setipa zaman tidak kurang tidak lebih, mereka memiliki tangga pada setiap nafas mereka berada pada alam anfas, mereka auliya’ pemilik tingkatan. Muhammad: 36

Baca Juga:  Mencari Kebahagiaan di antara Fikih dan Tasawuf

إِنَّمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ ﴿٣٦﴾

  1. Dua puluh satu wali yang di sebut Rijal at-Tahti al-Asfal

Yaitu: wali yang berjumlah 21 orang setiap zaman tidak kurang tidak lebih, wali golongan ini berdasarkan fiman Alloh Qs. al-Tin : 5

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ﴿٥﴾

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)

Yang dimaksud Allah dengan asfala safilin adalah alam tabiat yang tidak ada tempat yang lebih rendah dari padanya, pada asalnya tabiat itu mati, lalu Allah menghidupkan dengan nafsu Rahmani yang telah dikembalikan kepadanya, wali ini merupakan sesorang yang tidak pernah memperhatikan dirinya kecuali memperhatikan jiwa yang kembali kepada Allah serta hati mereka selalu hadir di depan Allah.

  1. Tiga wali yang disebut Rijal al-Imdâd al-Ilahi wa al-Qauli

Yaitu: wali yang berjumlah 3 orang setipa zaman tidak kurang tidak lebih, mereka menolong makhluk untuk menemukan kebenaran tetapi dengan cara yang halus, lembut, dan belas kasih bukan dengan cara kasar, memaksa dan keras, mereka menghadap Allah dengan mengambil faedah, mereka menghadap makhluk dengan memberi faedah, wali ini adakalanya laki-laki dan perempuan, Allah memberikan kekuasan kepada mereka untuk berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah.

وَقَدْ وَرَدَ فِى الْخَبَرِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ تَقَبَّلَ لِيْ بِوَاحِدَةٍ تَقَبَّلْتُ لَهُ بِالْجَنَّةِ، أَنْ لَا يُسْأَلُ أَحَدًا شَيْأً.

Diantara sifat-sifat mereka adalah ketika dia memberi suatu faedah kepada makhluk maka wali tersebut memandang kepada makhluk dengan pandangan yang belas kasih sehingga disangka bahwa wali tersebut yang meminta faedah. Ibnu Arabi mengomentari tentang perilaku mereka: aku tidak pernah melihat akhlak bermuamalah kepada manusia yang lebih baik dari mereka.

  1. Wali Ilhayun Rahmaniyun berjumlah tiga orang.

Yaitu wali yang ahli menerima wahyu ilahi, mereka mendengarkannya secara beRAntai, suara wahyu ilahi seperti bunyi lonceng, mereka mempunyai keyakinan yang bagus mengenai kalam Allah, mereka menyerupai wali abdal pada sebagian ahwal tapi mereka bukan termasuk wali abdal

Baca Juga:  Bagaimana Tasawuf Memandang Perempuan?

Q.S al-Anfal:35

وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِندَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاء وَتَصْدِيَةً فَذُوقُواْ الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ﴿٣٥﴾

Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka Rasakanlah azab disebabkan kekafiRAnmu itu.

  1. Satu wali terkadang wanita, ada pada setiap zaman.

Q.S al-An’am:18

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ ﴿١٨﴾

Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Sang wali memberi anugerah terhadap segala sesuatu kecuali Allah, memiliki sifat pemberani, banyak mengajak terhadap kebenaran, ucapannya benar, adil dalam penerapan hukum.

  1. Wali dari percampuran jenis

yaitu wali yang dilahirkan antara ruh dan manusia, tidak diketahui ayah manusianya. Seperti yang diceritakan dari Ratu Bilqis yaitu seorang Ratu yang dilahirkan antara jenis jin dan manusia, tersusun dari dua jenis mahluk yang berbeda. Wali merupakan seseorang dari alam barzakh (ruhani). Allah memberikan tugas padanya untuk menjaga alam barzakh selama-lamanya, dia dilahirkan membawa sifat-sifat ini. Wali ini merupakan suatu mahluk yang berasal dari ovum (air mani) ibunya. Kejadian ini bertentangan dengan kesepakatan ahli kedokteran, bahwasanya ovum wanita tidak bisa menjadi anak, tetapi kejadian wali ini di luar kebiasaan yang sudah ditentukan dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  1. Diantara para wali ada seorang wali terkadang berjenis kelamin wanita.

Dia melakukan pertolongan-pertolongan terhadap seluruh alam. Dia merupakan orang yang dikenal maqâmnya, jumlahnya hanya satu pada setiap zaman. Ahli tarekat mengenalnya seperti keadaan wali Quthub tapi dia bukan Quthub.

  1. Wali Rijalul Ghina Billah jumlahnya ada 2 orang

Yaitu; wali yang berjumlah 2 orang setiap zaman tidak kurang tidak lebih, wali yang mempunyai martabat. Ayat yang menjelaskan ini adalah Qs. Ali Imrân: 97

فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ ﴿٩٧﴾

Yang pertama Mereka selalu mendapat siraman rohani dari alam musyahadah, setiap orang yang kaya dalam alam musyahadah maka termasuk golongan wali ini,

dan yang lainnya adalah mereka selalu mendapat siraman rohani dari alam malakut

Baca Juga

Rijalul Ghina Billah, yaitu orang-orang yang tidak membutuhkan kepada manusia sedikit pun, sehingga kelompok ini tidak membutuhkan kepada bantuan siapa pun, selain bantuan Allah.

  1. Diantaranya ada wali yang selalu membolak balik hatinya pada setiap nafas

wali ini sangat aneh ahwalnya karena tidak ada orang yang lebih tinggi ma’rifat dan taqwanya kepada Allah dibanding wali ini, tidak henti hentinya ruas ruas jarinya selalu bergetar karena takut kepada Allah, dasarnya

Baca Juga:  Sabilus Salikin (92): Tarekat Khalwatiyah

al-Syura :11,

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ ﴿١١﴾

al-Isro’ ; 6

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيراً ﴿٦﴾

  1. Diantaranya ada Wali yang disebut Rijal ‘Ain al-Tahkim wa al-Zawaid

Yaitu; Wali yang jumlanya ada sepuluh pada tiap zaman, tidak kurang tidak lebih, derajat mereka terkenal karena mereka mempunyai ciri khusus yaitu dengan lisan yang selalu menyebarkan do’a, ahwalnya selalu menambah keimanan dan keyaqinan terhadab yang Ghaib, sehingga bagi mereka tidak ada yang sesuatu yang ghaib karena sesuatu yang ghaib menjadi musyahadah, dan setiap Ghaib yang menjadi musyahadah dapat menambah keimanan pada ghaib yang lain, Dasarnya Qs. Thaha : 114,

فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْماً ﴿١١٤﴾

al-Baqarah : 168

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿١٦٨﴾

  1. Diantaranya ada wali al-Budala’ (bukan wali abdal)

Yaitu: wali yang berjumlah 12 orang pada tiap zaman, tidak kurang tidak lebih, maqâm mereka sangat populer, derajat mereka terkenal karena mereka mempunyai ciri khusus yaitu dengan lisan yang selalu menyebarkan do’a, ahwalnya selalu menambah keimanan dan keyaqinan  terhadab yang Ghaib, dikatakan budala’ karena jika  ada salah satu tidak ada maka yang lain bisa menggantikan kedudukannya

  1. Diantaranya ada wali Rijal Isytiyaq

Yaitu: Wali yang jumlahnya ada 5 orang pada tiap zaman, tidak kurang tidak lebih,, mereka termasuk pimpinan tarekat billah, dengan mereka Allah menjaga kelestarian alam, mereka tiada henti hentinya senantiasa melaksanakan sholat pada siang dan malam.

Qs. al-Baqarah ; 238

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلهِ قَانِتِينَ ﴿٢٣٨﴾

  1. Diantaranya ada wali 6 orang

Yaitu: Wali yang berjumlah 6 orang pada tiap zaman, tidak kurang tidak lebih, diantaranya adalah : Ibnu Harun al-RAsyid Ahmad al-Sibti, mereka mempunyai kekuasaan pada 6 arah mata angin, wujud  ruhani mereka seperti tubuh manusia, (Jâmi’ al-Karâmât al-Auliyâ’, juz 1, halaman: 13-72)

Lihat Komentar (0)

Komentari