Sedang Membaca
Humor Gus Dur: Buto Cakil Pembayar Demonstran
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Humor Gus Dur: Buto Cakil Pembayar Demonstran

Redaksi

Punakawan selalu digambarkan sebagai ksatria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punakawan sering diculik, dibawa berpindah dari satu ke tempat ke tempat lain.

Tami, menurut Sudjiwo Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Perilaku ksatria pun tak jelas. Yang jadi Punakawan pun tak jelas. Yang disebut istana pun tak jelas. Sebab saat ini masih banyak istana, ada yang Cendana, ada yang di sana, pokoknya di mana-mana.

“Supaya rakyat tentram, mbok ya (para elit politik) itu kalau berantem caranya yang cerdaslah. Rakyat seperti kita ini juga perlu tahu. Bukan begitu, Gus?”

“Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,” jawab Gus Dur.

Baca Juga

“Ya, sebelum tahu demonstrannya, harus tahu siapa dulu yang membayari mereka. Buto Cakil atau istana bagian mana?” lanjut Gus Dur.

(SumberGer-Geran Bersama Gus Dur, Penyunting Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan, Pustaka Alvabet, 2010)

Baca juga:  George Orwell dan Cairnya Identitas Politik
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top