Sedang Membaca
Gus Dur: Kawin Itu Enak
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Gus Dur: Kawin Itu Enak

Redaksi
  • Humor Gus Dur tidak saja menyegarkan dan mencairkan suasana serius, tapi juga berfungsi menyindir orang, tak terkecuali koleganya. Parahnya, kadang sindiran jadi ke mana-mana, seperti humor ini.
Gus Dur Menyoal Ekstrimisme dalam Islam

Gus Dur pernah mengundang para tokoh agama di rumahnya di Ciganjur. Selain membahas situasi yang makin panas sehubungan maraknya kerusuhan di berbagai daerah, acara itu juga dimaksudkan sebagai forum doa bersama.

Gus Dur duduk di samping Uskup Jakarta, Kardinal Darmaatmaja. Pembawa acaranya adalah Fajrul Falaakh, tokoh muda NU asal Jogjakarta. Sempat-sempatnya Gus Dur berkomentar tentang si pembawa acara.

“Ini Fajurl Falaak,” kata Gus Dur, bernada memperkenalkan kepada hadirin. “Dia ini belum kawin. Saya heran, kok dia belum kawin juga. Padahal kawin itu enak…”

Tiba-tiba Gus Dur seperti tersadar. Dia menoleh kepada Kardinal Darmaaatmaja, dengan kedua tangan bersikap minta maaf.

Baca Juga

“Wah, sorry, Romo. Saya tidak bermaksud menyindir Romo…”

Hadirin tentu saja tertawa, karena kita tahu, pemuka agama Katolik sepanjang hidupnya tidak boleh pacaran, apalagi kawin. Tidak boleh. (Sumber: Ger-geran Bersama Gus Dur, penyunting Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan, Alvabet, 2010)

Baca juga:  Gus Mus, Sutardji, dan Minuman yang Memabukkan
Lihat Komentar (0)

Komentari