Sedang Membaca
Satu Dekade Berpulangnya Gus Dur: Mari Merawat Kebudayaan yang Melestarikan Kemanusiaan
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Satu Dekade Berpulangnya Gus Dur: Mari Merawat Kebudayaan yang Melestarikan Kemanusiaan

Img 20191223 Wa0021

Satu dekade sudah Gus Dur berpulang. Jejak sejarah dan pemikirannya tak kan habis digandrungi oleh begitu banyak orang dari beragam kalangan,  lintas generasi. Gus Dur justru makin monumental seiring makin berlalunya masa sejak kepulangannya menuju Tuhan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Haul Gus Dur kali ini mengangkat kebudayaan ala Gus Dur dengan tema Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan.

Img 20191223 Wa0022

Sosok Gus Dur menjadi inspirasi sekaligus pemikirannya ternyata masih sangat relevan untuk menjawab permasalahan dan tantangan bangsa Indonesia hari ini.
Haul Gus Dur Satu Dekade yang diketuai oleh putri keempat Gus Dur yaitu Inaya Wahid ingin mengangkat sosok Gus Dur dengan segala kiprah dan sumbangsihnya terhadap kebudayaan dalam arti luas.

Persetubuhan Gus Dur dengan kebudayaan itu terefleksikan melalui keterlibatannya di dalam berbagai ruang kebudayaan. Gus Dur pernah menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta, kemudian juga pernah menjadi juri Festival Film Indonesia.

Berbagai karya tulisan Gus Dur yang memberikan perhatian penuh terhadap persoalan kebudayaan dan bangsa bertebaran di media massa hingga mejadi buku. Berbagai tema dengan berbagai topik dan judul telah ia tulis,  termasuk olahraga,  utamanya sepak bola. Kebudayaan menjadi bingkai untuk melihat dunia dengan segala persoalannya.

“Gagasan dan konsep kebudayaan Gus Dur telah menjadi rujukan penting bagi para pemikir dan pelaku budaya. Oleh karena itu, tema haul “Sepuluh Tahun Berpulangnya Gus Dur: Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan” menjadi tepat dan relevan. Menempatkan Gus Dur sebagai seorang advokat budaya saya rasa tidak berlebihan,  karena komitmennya dalam membela hal-hal dalam kebudayaan yang kerap tersingkirkan, “ kata Inaya Wahid.

Baca juga:  Rayakan Maulid Nabi, Shalawat Bergema di Inggris Raya

Seperti dalam konteks sosial, agama, dan politik, keberpihakan Gus Dur terhadap kebudayaan yang  termarjinalkan juga memiliki ruang tersendiri, yang juga turut memberi warna dan memperkaya
nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan kita.

“Tema teraebut juga sebetulnya berkaitan langsung dengan quote atau kutipan Gus Dur sendiri,  yang memang pernah mengatakan bahwa kebudayaan itu melestarikan kemanusiaan,” kata Inaya lagi.

Acara haul ini akan dibagi dalam dua segmen, yaitu Rembug Budaya pada pagi hari dan puncak haul pada malam hari, yakni pada Sabtu, 28 Desember 2019 bertempat di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Rembug Budaya merupakan satu program dalam rangkaian Haul Gus Dur. Tujuannya untuk mempertemukan berbagai tokoh agama, masyarakat, dan pemangku kepentingan, serta tokoh-tokoh muda.  Hasil rembuk budaya diharapkan akan menghasilkan rumusan manifestasi kebudayaan Gus Dur.

Tokoh-tokoh yang akan hadir dalam rembuk budaya di antaranya adalah Gus Mus, Hilmar Farid, Jenderal Polisi Idham Azis, dan Sarasdewi Dharmantra. Sementara untuk malam puncak haul diisi dengan doa bersama, tausiyah, stand up comedy, dan
pertunjukan musik dengan bintang tamu di antaranya Erie Suzan, Eny Sagita, Mamat Alkatiri, Akbar, Kartolo,  dan Reza Zakaria.  (SI)

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
2
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top