Sedang Membaca
Gaji Pertama Gus Dur Saat Jadi Presiden Dikasih Alwi Shihab
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Gaji Pertama Gus Dur Saat Jadi Presiden Dikasih Alwi Shihab

Muhammad Aswar

Prof. Mahfud MD, dalam setahun bersama Gus Dur, pernah bercerita: “Pada bulan pertama menjadi presiden, Gus Dur menerima gaji dengan amplop coklat.” Saat menerima amplop sangat tebal itu, Preisedn Gus Dur sedang duduk bersama Alwi Shihab dan Zainal Arifin Junaidi.

“Sesudah menandatangani bukti penerimaan gaji tersebut, Gus Dur menyerahkan amplop coklat itu kepada Alwi Shihab, sambil berkata dengan bergurau: Ente harus membeli jas yang bagus. Menteri luar negeri jangan memalukan.”

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sekedar informasi, Alwi Shihab yang fasih berbahasa Arab dan Inggris itu, seorang pengusaha. Dia sudah “nyecis” sebelum menjabat menteri. Apa Gus Dur tidak tahu itu? Tahulah, wong berteman sudah lama. Tapi entah apa maksud Gus Dur memberi gaji pertanya kepada Alwi Shihab.

Bulan berikutnya, Gus Dur menyerahkan gajinya kepada menteri negara riset dan teknologi (Menristek), AS Hikam yang ketika itu sedang di Istana.

“Nih, beli sepatu dan jas. Masak, Menristek sepatunya jelek,” kata Gus Dur bercanda lagi. Apa Hikam tidak punya duit beli sepatu? Punya dong. Saat itu Hikam intelektual yang sibuk diundang ke seminar ini dan seminar itu, karena pemikirannya cemerlang. Untuk beli sepatu saja, pasti ada. Apa Gus Dur tidak mengerti? Mengertilah. Gus Dur dan Hikam  sudah lama jalan bareng keliling Indonesia.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Megawati dan Gus Dur Keturunan Raden Fatah

Arifin Junaidi merasa heran. Ketika dia tanya kepada Gus Dur, mengapa gajinya diserahkan kepada orang lain. Gus Dur malah menjawab, “Ya sudah, gaji bulan berikutnya untuk kamu saja.”

Arifin Junaidi kaget dan berkata, “Bukan begitu, Gus. Maksud saya, Gus Dur harus menyimpan gaji itu untuk kebutuhan Gus Dur karena itu adalah gaji Gus Dur sebagai Presiden.”

Gus Dur dengan santai menjawab, “Lah, semua kebutuhan saya sudah disediakan di sini (Istana). Saya tak butuh apa-apa, biar dipakai oleh yang butuh saja.”

Untuk beliau almarhum Gus Dur,
Alfatihah………..

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top