Sedang Membaca
Boso Malangan: Bahasa Sandi Khas Bocah Ngalam
Avatar
Penulis Kolom

Mahasiswi UNS Surakarta

Boso Malangan: Bahasa Sandi Khas Bocah Ngalam

Sebagai sebuah ‘langue’, bahasa mempunyai sistem dan subsistem yang dipahami sama oleh semua penutur bahasa itu. Bahasa menjadi beragam dan bervariasi, tergantung pada kumpulan manusia yang menjadi penutur. Selain itu, penyebab dari variasi bahasa disebabkan oleh kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Setiap kegiatan memerlukan atau menyebabkan terjadinya keragaman bahasa itu.

Dalam variasi bahasa atau ragam bahasa terdapat dua pandangan yang dilihat sebagai akibat adanya keragaman penutur bahasa (keragaman sosial) dan keragaman fungsi bahasa itu. Andaikata penutur bahasa adalah kelompok etnis, statsu sosial, atau pekerjaannya, maka variasi atau keragaman itu tidak akan ada; artinya, bahasai tu menjadi seragam. Yang jelas, variasi atau keragaman bahasa dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan di dalam masyarakat sosial.

Variasi atau ragam bahasa merupakan bahasan pokok dalam studi sosiolinguistik. Kridalaksana (1974) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang berusaha menjelaskan ciri-ciri variasi bahasa dan menetapkan korelasi ciri-ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri-ciri sosial kemasyarakatan.

Boso Malangan atau dikenal sebagai Osob ngalaman adalah bahasa yang biasanya digunakan oleh masyarakat asli kota Malang untuk berkomunikasi. Berdasarkan variasi dari segi penutur, Boso Malang (Osob ngalaman) merupakan sebuah dialek, dikarenakan digunakan oleh sekelompok penutur di daerah Malang JawaTimur. Dalam variasi bahasa menurut tingkat golongan, status, dan kelas sosial penuturnya, bahasa Malangan termasuk ke dalam bahasa slang karena bersifat khusus dan rahasia.

Baca juga:  Masjid Tongas, Masjid Andalan Pelintas di Probolinggo

Boso Malangan sendiri awalanya diusulakn oleh Ebes Suyudi Raharno, berasal dari kalangan pejuang Gerilya Rakyat Kota (GRK) sebagai bahasa komunikasi antar pejuang. Bahasa ini diciptakan dengan tujuan sebagai bahasa sandi yang membedakan mana pejuang dan mana musuh. Perkiraan pada tahun 1949 untuk menghalangi strategi Belanda yang menyusupkan mata-mata ke kalangan pejuang pendukung Mayor Hamid Rusdi.

Tidak sama dengan bahasa walikan pada umumnya, bahasa malang diciptakan dari kesepakatan bahasa Jawa, Indonesia, Arab, Madura dan CIna. Sehingga membuat Boso Malangan berbeda dengan bahasa walikan dari daerah lain.

 

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top