Sedang Membaca
5 Jenis Wabah di Zaman Awal Islam, Salah Satunya Terjadi Saat Ramadan

Pimpinan Ponpes Ummul Barahin Jatisawit, Majalengka, Ketua Aswaja Center Majalengka, MUI Kasokandel-Majalengka dan Dosen IAIN Cirebon

5 Jenis Wabah di Zaman Awal Islam, Salah Satunya Terjadi Saat Ramadan

1 A Kuda

Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar an-Nawawiyah mengetengahkan suatu fasal tentang wabah (tha’un) yang pernah melanda kaum muslimin. Menurut Abu Hasan al-Madani, sebagaimana dikutip Imam Nawawi, penyakit tha’un yang terkenal melanda umat di masa Islam ada lima macam, yaitu:

Pertama, Tha’un Syiruwaih, pernah melanda kota Madain di Masa Nabi Muhammad saw. Wabah ini terjadi pada tahun enam Hijriah.

Kedua, Tha’un Amwas, terjadi di Masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab. Wabah ini melanda Negeri Syam dan memakan korban dua puluh lima ribu jiwa. Salah satu korban adalah sahabat Rasulullah saw, Muadz bin Jabbal yang pernah diutus oleh Nabi untuk menyebarkan Islam di Yaman. Sahabat Muadz sangat masyhur dengan hadisnya tentang ijtihad (ra’yu) bertebaran di kitab-kitab hadis.

Ketiga Tha’un yang terjadi di Masa Ibnu al-Zubair dalam bulan Syawal pada tahun 69 Hijriah. Wabah ini terjadi selama tiga hari. Dan setiap hari memakan korban tujuh puluh ribu jiwa. Di antara korban jiwa adalah anak-anak dari sahabat Rasulullah, Anas bin Malik. Sekitar delapan puluh tiga atau atau tujuh puluh tiga anak-anak Anas bin Malik meninggal dunia karena wabah ini. Abdul Rahman bin Abi Bakrah juga kehilangan empat puluh orang anaknya akibat penyakit ini.

Baca juga:  Khalifah dan Khilafah

Empat, Tha’un al-Futyaat terjadi di dalam bulan Syawal tahun 87 Hijriah. Dinamakan tha’un al-Futyaat menurut Ibnu Qutaibah, karena pada mulanya wabah ini melanda para gadis di Kota Bashrah, Wasith, Syam dan Kufah. Wabah ini juga dikenal dengan nama tha’un al-asyraf, karena wabah ini melanda orang-orang terhormat. Menurut Ibnu Qutaibah, penyakit tha’un belum pernah terjadi di Kota Makkah dan Madinah.

Lima. Wabah (tha’un) yang terjadi pada tahun 131 Hijriah dalam bulan Rajab. Wabah ini kian mewabah dalam bulan Ramadan, di Kota Sikkatul Marbad. Setiap hari sebanyak seribu orang meninggal dunia akibat wabah ini. Namun dalam bulan Syawal wabah ini mulai berkurang.

Di Kota Kufah juga, lanjut al-Madaini, pernah terjadi penyakit tha’un pada tahun 50 Hijriah. Al-Mughirah bin Syu’bah wafat akibat penyakit ini.

Catatan sejatah dari Abu Hasan al-Madani yang membuat kita merinding ini menginformasikan, bahwa apa yang terjadi hari ini dengan merebaknya virus Corona yang mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dunia, pernah juga terjadi di awal masa-masa Islam, dan juga banyak sahabat meninggal dunia karenanya. Bahkan pernah terjadi di bulan Ramadan yang menelan seribu korban setiap harinya (naudzu billahi min dzalik).       

Marilah bersama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat bahu-membahu untuk menghentikan penularan virus ini. Jangan panik dan tetap waspada! Mari Kita bertaubat, bermunajat, berdoa kepada Sang Pencipta yang Maha Kuasa semoga virus Corona cepat berlalu, segera diangkat Allah Swt. Dan semoga saudara-saudara kita yang terkena virus segera disembuhkan, dan obatnya segera ditemukan. Bismillahi alladzi la yadhurru ma’a ismihi syai’un fi al-ardhi wa la fi al-sama’i wa huwa al-sami’u al-alim. Amiin

Baca juga:  Kabar dari Afghanistan
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
1
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
1
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top