Sedang Membaca
Bila Nasruddin Hoja Ditanya Takdir
Amrullah Hakim
Penulis Kolom

Pekerja Migas/listrik dan penikmat kisah-kisah sufistik, tinggal di Jakarta

Bila Nasruddin Hoja Ditanya Takdir

“Apa arti takdir?” tanya seseorang kepada Nasruddin.

“Takdir itu asumsi,” jawab Nasruddin.

“Asumsi…? Asumsi bagaimana maksudnya?” ​​tanya orang ini karena merasa jawaban Nasruddin hanya singkat saja.

“Begeini. Artinya, jika Sampeyan mengira rencana Sampeyan berjalan baik dan sesuai dengan harapan Sampeyan, tapi ternyata tidak, Sampeyan nyebutnya nasib jelek,” jawab Nasruddin.

“Lalu?”

“Nah, jika Sampeyan sudah mengira akan terjadi hal yang buruk tapi ternyata tidak terjadi, Sampeyan sebut itu keberuntungan. Sampeyan itu hanya berasumsi saja sebenarnya apa yang akan terjadi, namun Sampeyan tidak punya itung-itungannya. Dengan begitu, masa depan Sampeyan jadi tanda tanya. Di kondisi inilah Sampeyan bilang, ya takdir saya begini.”

(Diadaptasi dari The Pleasantries of the Incredible Mulla Nasrudin karya Idries Shah, edisi 2015)

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Baca juga:  Balada Sang Pemikul Gandum
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top