Sedang Membaca
Ulama Maroko: Indonesia Negeri Surga
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Ulama Maroko: Indonesia Negeri Surga

Avatar

Sempatlah bertanya-tanya dalam hati. Gerangan apakah yang membikin sufi serta ulama-ulama besar dunia mencintai sedemikian rupa bumi pertiwiku, Indonesia? Rahasia apakah yang terdapat di sana? Di manakah letak permata negeriku itu?

Meski ketakutan mengekakang lidahku. Kuberanikan saja bertanya ke guru kita yang juga sering bolak-balik Indonesia-Maroko itu, Syekh Aziz AlKubaithi. Semalam beliau mengantarkanku dan satu kawanku pulang ke rumah dari markas beliau. Aku melihat, banyak ulama-ulama besar di dunia teramat mencintai Indonesia, apa rahasia negeri surga, Indonesia itu?

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Begitu bunyi tanyaku ditengah-tengah suara mesin mobil itu. Lebih lembut dari yang kubayangkan. Di samping kami mobil berlalu lalang dengan kecepatannya sendiri-sendiri. Sudah tidak terlalu dingin apalagi panas. Karna sekarang sudah masuk awal musim semi yang suasana dan cuacanya mengingatkanku pada Indonesia.

“Ada beberapa sebab yang membikin mereka Cinta pada Indonesia,” jawaban mula syekh.

“Pertama adalah Fitrah: kefitraan yang Allah ciptakan pada diri manusia masih dan sangat melekat dalam diri orang-orang Indonesia.”

“Kedua akhlak: sopan santun dan kerendahan hati. Keluhuran budi pekerti yang tertanam dalam diri anak-anak pertiwi adalah pelajaran tingkat tinggi.

“Ketiga adalah Cinta: penduduk negeri surga itu sangat mencintai Rasulullah, keturunan beliau, dan mencintai para Aulia dan Ulama. Tentu di samping itu adalah pemandangannya yang amatlah indah, ditambah cuacanya yang tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas.”

Baca juga:  Humor Gus Dur: Agama Khong Guan

Amatlah beruntung negeriku itu. Sanjungan dan pujian mengalir deras begitu saja membasahi namamu oleh dunia. Dengan segala kefasihan dan kepandaian menyusun kata, orang-orang di negeri berkah sebab di huni oleh ratusan puluh cicit-cicit Rasulullah dari Saiduna Hasan ini, dan lebih lagi mereka yang telah menunaikan ibadah haji dan umroh, menyanjung-yanjung dikau negeriku.

Dan bahkan lebih sering dari yang kuharapkan. Pada budi pekerti yang kalian pamerkan di tengah jutaan umat di tanah suci telah meninggalkan kesan yang tak terungkapkan dengan sekadar menuliskan atau menceritakannya.

Mereka tersihir, terpesona, dan bahkan tergila-gila. Dan sepertinya aku cemburu kepadamu. Berapa banyakkah yang berkeinginan untuk hidup dan menatap bersamamu? Berapa negarakah yang bahkan iri padamu?

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Juga dua malam yang lalu. Syekh Mazin Syarif dari republik Tunisia, yang baru saja pulang dari Indonesia berkunjung ke Maroko ini untuk Ziarah dan kemudian menemuai kami di Markas guru kita.

Pada ketulusan bahasa, kelemah lembutan, dan tatapan penuh kasih sayang pada kami yang sedang jauh dari bumi pertiwi ini, inginlah kugambarkan bahwa itu adalah pandangan ibu kepada putra-putrinya, kelemah lembutan bahasa dan cara Rasululloh kepada para sahabatnya, dan cinta sang mahacinta kepada alam.

Segala kebaikan serta keramahtamahan yang kami terima ini dari mereka adalah berkat jasamu negeriku. Maka terima kasih tak terhinggalah untukmu serta lambaian cinta dari kami.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top