Sedang Membaca
Plumblon dan Tiga Makam Kramat
Zaim Ahya
Penulis Kolom

Tinggal di Batang. Penulis lepas, owner kedai tak selesai, dan pengajar di PonPes TPI al-Hidayah.

Plumblon dan Tiga Makam Kramat

Whatsapp Image 2022 04 04 At 12.05.16 Pm

Menjelang Ramadhan, masyarakat dukuh Plumbon secara bersama menggelar ziarah ke tiga makam kramat yang diyakini sebagai wali dan sesepuh dukuh.

Letak ketiga makam itu tidak satu lokasi. Yang dua dipojokan dukuh, dan yang satunya di tengah dukuh.

Yang pertama adalah makam Kiai Lumbu, atau Mbah Lumbu. Letaknya di pinggir sawah dan dekat sungai yang bernama Kali Sodo, perbatasan dengan dukuh Kemuning. Konon, Kiai Lumbu ini adalah pendiri dukuh Plumbon. Dan nama Plumbon tak lain adalah derivasi dari kata Lumbu.

Kata Lumbu di dukuh Plumbon juga menjadi sebutan bagi tumbuhan yang banyak tumbuh di dukuh Plumbon, seperti di pinggir sawah, wangan (sungai kecil), sungai dan kebun.

Makam yang kedua adalah makam Syaikh Kendil Wesi. Letaknya juga di perbatasan dukuh Plumbon dan dukuh Kemuning. Hanya saja, kalau makam Kiai Lumbu terletak di bagian timur tengah dukuh, makam Syaikh Kendil Wesi ini terletak di timur utara dukuh.

Orang-orang di era saya kecil, menyebut makam Syaikh Kendil Wesi dengan makam kramat.

Makam Syaikh Kendil Wesi ini, selain berada di tengah persawahan juga terletak di tengah-tengah antara dua sungai: kali Sente dan Kali Petung.

Kali Sente dibanding kali Petung lebih kecil, baik aliran sungai maupun ukurannya. Kali Petung aliran sungainya lebih besar, dan ukurannya juga besar. Bahkan dulu ketika saya masih kecil sangat terlihat indah, banyak batu-batu, dan airnya jernih. Saya masih ingat, dulu kalau pagi mandi di pinggiran sungai.

Baca juga:  Mengenal Kota Aachen di Jerman, Tempat B.J. Habibie Menuntut Ilmu

Dulu, konon, ketika banjir besar, makam Syaikh Kendil Wesi ini tetap aman.

Yang ketiga adalah Makam Kiai atau Mbah Sutoguno. Letaknya di tengah-tengah dukuh. Masuknya kawasan RT 2. Terletak di dekat Musala dan Madrasah Diniyah dukuh.

Menurut beberapa cerita, dulu tempat makam Mbah Sutoguno ini adalah pemakaman umum dukuh Plumbon, sebelum pindah ke pojok dukuh bagian barat arah Desa Tembok.

Belum lama ini, ketika saya membuka naskah tua, yang menurut cerita di wariskan dari Mbah Wangsodani ke Kiai Syair, tertara nama Mbah Sutoguno Plumbon di keterangan seperti silsilah guru-guru tarekat.

Tentu hal ini perlu penelitian lebib lanjut. Apalagi nama Plumbon sendiri punya kesamaan dengan beberapa dareah lain, tidak hanya sebagai nama dukuh yang termasuk kawasan Desa Plumbon Kecamatan Limpung Kabupaten Batang.

Di Cirebon ada nama Plumbon, begitu juga di Temanggung. Bahkan dulu ketika saya KKN di Temanggung, ada Makam Sunan Plumbon dan Pesantren Sunan Plumbon.

Begitu kira-kira kegiatan masyarakat Plumbon menjelang Ramadhan.

Dan setelah ziarah bersama itu, masyarakat Plumbon bersama-sama selamatan dengan bucu-bucu yang dibuat bersama oleh masyarakat.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
1
Senang
1
Terhibur
1
Terinspirasi
1
Terkejut
0
Scroll To Top