Sedang Membaca
Ulama Banjar (140): Prof. Dr. H. M. Yusran Salman
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (140): Prof. Dr. H. M. Yusran Salman

Prof. Dr. H. M. Yusran Salman

(L. 17 Agustus 1942)

Dosen IAIN yang kini menjadi Guru Besar itu adalah urang Barabai kelahiran 17 Agustus 1942. Tokoh yang memiliki postur tubuh gemuk dan memelihara jenggot itu sejak dulu giat berdakwah di daerah-daerah pedalaman. Ia rajin dan energik.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sehari-hari ia dipanggil ustadz Yusran, terutama oleh warga Komplek Kayutangi I Jalur II/76 RT. 46, Banjarmasin, tempat ia bermukim bersama keluarganya. Yusran kecil berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat Negeri 6 Tahun di Banua Binjai. Setelah itu ia meneruskan pendidikannya di Madrasah Muallimin Barabai. Tapi ia tidak berhenti sampai di situ, Yusran pun kemudian berangkat ke Saudi Arabia untuk memperdalam ilmunya di Kuliyatus Syari’ah di Madinah.

Ilmu pengetahuan yang ia dapatkan di kota Madinah, dimantapkan lagi dengan mengikuti pendidikan di Fakultas Syari’ah IAIN Antasari Banjarmasin. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terus melintas di benak Yusran. Beberapa saat berselang, suami Dra. Hj. Fachriyah itu berhasil menyelesaikan pendidikan program S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada waktu menyelesaikan program pendidikannya yang terakhir ini, terlihat sekali kesungguhannya untuk mencapai targetnya meraih gelar Doktor.

Kenangan yang sulit dilupakan dalam hidupnya, adalah keterlibatan dirinya dalam menumpas G. 30. S/PKI di Jakarta sekitar tahun 1965. Dengan pengalaman itu pula ia kemudian menjadi aktivis dari berbagai organisasi. Salah satu organisasi yang cukup lama digelutinya adalah Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), yang bertujuan membuka cakrawala pandang dan pemikiran ummat Islam dalam menjalankan syariat agama Islam. Tujuan tersebut ia perjuangkan dengan berdakwah. Kegiatan tersebut dilakukannya hingga saat ini sesuai dengan prinsip hidupnya ‘tiada hari tanpa berdakwah’.

Baca juga:  Ulama Banjar (25): H. Mansur Ismail

Putera dari H. Salman dan Hj. Adawiyah ini sempat mendapat penugasan dari Departemen Agama Republik Indonesia, sebagai Ketua Tim Pembimbing Haji Indonesia. Yusran dikaruniai tiga orang anak yaitu Zainal Muttaqin, S. Ag. Hayatun Na’imah, SH., dan Hayatus Sa’adah, SF. Apt.

Sebagai seorang Guru Besar, Prof. Dr. H. M. Yusran Salman telah membuat karya tulis diantaranya ‘Hadits-hadits Thaharah dalam kitab Biyadatul Mujtahid’ dan ‘Kitab Shahih Buchari’.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top