Sedang Membaca
Sajian Khusus: Ilmuwan Cum Musisi
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sajian Khusus: Ilmuwan Cum Musisi

Whatsapp Image 2020 09 22 At 8.32.13 Pm

Sajian Khusus Rabu pekan ini menyajikan dua tema yang tidak boleh lelah disyiarkan: sains dan musik. Dua tema ini, seiring dengan menguatnya arus konservatifisme, sering dikesampingkan. Lebih dari itu, sains dan musik oleh kalangan konservatisme, dijauhkan dari dunia keislaman. Mereka tidak ragu, misalnya, teriak bumi itu datar. Mereka berkampanye di mana-mana, musik itu haram, menjauhkan dari Tuhan. Masya Allah, kok begini jadinya?!

Apakah mereka tidak mengerti, sains adalah pra syarat Islam dapat bertahan hari-hari ini? Apakah mereka tidak membaca, banyak sekali ulama-ulama terdahulu menggabungkan ingat Allah dengan ilmu, dengan filsafat, dan dengan seni sekaligus?

Membaca sebetulnya, tapi yang dia baca dan didengungkan bahwa Ibnu Sina itu Syiah, bahwa peraih nobel dari Pakistan bernama Abdul Salam itu Ahmadiyah? Mari, jangan buang umur kita yang sebentar ini untuk membahas yang tidak membuat kita maju.

Ini sajian khusus tentang sains yang kesekian. Kali ini kita membahas seni, lebih khusus musik, dari orang yang selama ini dikenal sebagai ilmuwan di bidang kedokteran, filsafat, matekatika.

Sedikit catatan: istilah musisi dalam esai-esai ini mungkin tidak terlalu tepat. Namun kami menggunakannya untuk mempermudah.

Terima kasih kepada penulis sajian khusus kali ini, Miftahus Syifa Bahrul Ulumiyah dari Surabaya, yang telah mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaganya untuk menulis lima esai yang bermutu ini. Kepada para pembaca yang budiman kamis sampaikan salam takzim. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

Baca juga:  Merawat Manuskrip di Masjid Kuno Pasukan Pangeran Diponegoro
Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top