Sedang Membaca
Sabilus Salikin (78): Ajaran Tarekat Rifa’iyah

Sabilus Salikin (78): Ajaran Tarekat Rifa’iyah

Redaksi

Ajaran Tharîqah al-Rifa`iyah

Pada dasarnya Tharîqah al-Rifa`iyah dilandasi pada 2 dasar yang tidak mungkin terpisah dari ke duanya, yakni: al-Qur’an yang mulia dan sunnah nabi Muhammad Saw. yang luhur. Di samping itu tharîqah ini tidak menyampingkan hukum aqli yang tidak keluar dari kedua dalil nash, dan apabila ditemukan di dalam sebagian amal tharîqah sesuatu yang mubah itu hanya semata-mata untuk menenangkan hati, yang pada dasarnya telah di-nash oleh Nabi dan juga sesuai dengan hukum akal agar seseorang tidak bosan dengan amaliyahnya yang bisa berakibat amal shaleh menjadi amal jelek, (Qawa`id al-Mar`iyah fi Ushul al-Tharîqah al-Rifa`iyah, halaman: 12).

Dasar-dasar Tharîqah al-Rifa`iyah

  1. Mengokohkan tauhid sekaligus menyatakan dengan maknanya.
  2. Mengagungkan kitab Allâh Swt. dengan mengambil hukum-hukum yang ada di dalamnya serta mengikuti perintah-perintah-Nya.

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِى يُحْبِبْكُمُ اللهُ …. (آل عمران: 31 )

  1. Mengimani kepada apa saja yang datang dari Rasûlullâh Saw. dengan cara mengikrarkan dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengamalkan dengan perbuatan serta bersikap ihsan (menyembah kepada Allâh Swt. seakan-akan kamu melihat kepada-Nya dan apabila kamu tidak melihatnya maka Allâh Swt. melihatnya).
  2. Melanggengkan hadirnya hati dan berdzikir dengan lisan dengan tanpa hitungan bersamaan dengan keluar masuknya nafas.
Baca juga:  Sabilus Salikin (70): Tata Cara Baiat Tarekat Qadiriyah

فَاذْكُرُوْنِى أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِى وَلاَ تَكْفُرُوْنِ  (البقرة : 152)

  1. Tharîqah al-Rifa`iyah adalah cinta kepada nabi Muhammad Saw. dan keluarganya melebihi segala-galanya dengan membaca shalawat dan salam dengan penuh tatakrama dan hadirnya hati serta khusyu’ kepada keagungan nabi Muhammad Saw.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِمًا (الأحزاب : 56)

  1. Tharîqah al-Rifa`iyah adalah mengikuti akidah Ulama’ Salaf dan menghargai pendapat Ulama’ Khalaf.
  2. Tharîqah al-Rifa`iyah adalah mencintai keluarga nabi Muhammad Saw. beserta keluarganya yang suci.

…. قُلْ لَّآ أَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّاالْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبَى …. (الشورى : 23)

  1. Tharîqah al-Rifa`iyah adalah mengagungkan kedudukan para shahabat nabi Muhammad Saw. dan menjaga kemuliannya, memuji kebaikannya serta menjauhi dari segala sesuatu yang timbul di dalam perselisihan di antara para shahabat.

أَصْحَابِي كَالنُّجُوْمِ بِأَيِّهِمْ اِقْتَدَيْتُمْ اِهْتَدَيْتُمْ (الحديث)

Baca Juga

  1. Seorang sâlik Tharîqah al-Rifa`iyah senantiasa mengetahui keagungan Mursyidnya dengan sebenar-benarnya mengalahkan Mursyid yang lain.
  2. Tharîqah al-Rifa`iyah adalah menolak semua bentuk ajaran yang tidak sesuai dengan syar’i dan akal.

إِنَّا مَعَاشِرَ الْأَنْبِيآءِ أَمَرَنَا أَنْ نُكَلِّمَ النَّاسَ عَلَى قَدْرِ عُقُوْلِهِمْ إِنْ أَرَدْتَ أَنْ لَا يُكَذِّبَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَكَلِّمِ النَّاسَ عَلَى قَدْرِ عُقُوْلِهِمْ (الحديث)

  1. Tharîqah al-Rifa`iyah sesuai dengan madzhab empat yang di anut di dalam Islâm, (Qawa`id al-Mar`iyah fi Ushul al-Tharîqah al-Rifa`iyah, halaman: 12-22).
Baca juga:  Sabilus Salikin (112): Ibnu Arabi Tentang Keadaan di Luar Keilmuan

Kewajiban Sâlik

Diwajibkan bagi sâlik untuk memenuhi 4 perkara; ilmu, amal, ikhlas dan khauf (rasa takut), karena sesungguhnya ilmu tanpa amal atau amal tanpa ilmu adalah mahjub (terhalang/tidak sampai). Dan sesungguhnya berilmu dan beramal yang tidak ikhlas akan rugi. Apabila tidak dilandasi rasa takut kepada Allâh Swt., dan khawatir dari akibat yang akan muncul sampai dia merasa aman di hari pertemuan dengan Allâh Swt. maka sâlik akan maghrur (tertipu).

Guru dari Syaikh Imam Rifa`i berkata: Dasar dari tharîqah al-Rifa`iyah adalah menetapi al-Qur’an dan al-Sunnah serta meninggalkan hawa nafsu, bid`ah dan juga sabar di dalam melaksanakan perintah dan amal. Barangsiapa sikap, ucapan dan perbuatannya di setiap waktu tidak sesuai dengan al-Qur’an dan al-Sunnah maka tidak bisa dijadikan di dalam tharîqahku, (Qawa`id al-Mar`iyah fi Ushul al-Tharîqah al-Rifa`iyah, halaman: 58).

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top