Sedang Membaca
Sufi dan Seni (6): Gnawa, Legenda Genre Musik Sufi
Avatar
Penulis Kolom

Jurnalis senior, desainer. Tinggal di Depok

Sufi dan Seni (6): Gnawa, Legenda Genre Musik Sufi

Ecb8188e 6a07 45ac 9bfe 41b497ff6cd5

Belum lama ini pemerintah Maroko mengajukan gender musik Gwana sebagai salah satu warisan biudaya dunia. Musik khas Maroko ini lahir dari perpaduan antara spiritualitas sufistik, tarian dan tradisi bangsa Afrika. Gnawa saat ini populer di wilayah Afrika Utara khususnya Maroko, Tunisia hingga Aljazair. Saat ini ada beberpa kelompok musik yang memainkan gwana baik secara tradisional maupun modern.

Gender musik Gnawa melahirkan sosok-sosok musisi populer. Salah satu diantaranya adalah gitaris Mahmud Gania. Ia dalah maestro gitar Gnawa yang telah berkolaborasi dengan dedengkot musik latin Carlos Santana dan legenda musik rock dunia Jimmi Hendrix. Bahkan yang disebut terakhir pernah berkunjung ke tempat tinggal Mahmud Gania selama beberapa hari.

Akar Gnawa adalah musik sufi yang dibawa yang berpadu dengan traian dan tradisi banga Afrika. Ada tiga alat musik khas Gnawa yaitu qraqeb (alat musik yang terbuat besi), drum besar yang disebut tbel, dan hajuj (atau gimbir) serta sebuah kecapi tiga senar. Bait-bait puisi religius, doa dan tarian menyatu dalam sebiah komposisi nada.

Tentang asal usulnya disebutkan berasal dari tentara dan para budak Afrika Barat. Ada yang menyebut Gnawa sebagai musik trance karena membawa peyanyinya atau mendengar mencapai pengalaman religius yang luar biasa. Musik ini terinspirasi oleh ritual para sufi dengan melibatkan doa, tarian dan musik. Dalam sebuah lagu Gnawa, satu kalimat atau beberapa baris diulangi berulang-ulang, sehingga lagu itu bisa bertahan lama. Bahkan, sebuah lagu dapat berlangsung beberapa jam tanpa henti

Baca juga:  Menilik Kajian Tasawuf di Pesantren Maulana Rumi

Dalam pertunjukan Gnawa tradisional selalu bersama dengan upacara keagamaan yang disebut lila atau derdeba. Tujuan upacara ini adalah untuk menyalurkan para sufi untuk menenangkan atau mengembangkan hubungan dengan Tuhan. Tak salah banyak dalam pertunjukkan ganwa ada yang mengalami kondisi disebut jadba dimana kondisi seseorang dalam keadaan trance.

Musik ini telah mengakar selama berabad abad di negeri Magribi itu. Akarnya adalah ritual bangsa Afrika dan tradisi para sufi. Belum lama ini Gwana didaftarkan ke lembaga kebudayaan dunia UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Menurut laman al arabiya, musik gwana mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai kolaborasi antara musisi gwana dengan musisi jazz, hip-hop, blues, rock bahkan rap. Tidak hanya itu pada tahun 1990 –an banyak anak muda yang mulai membentuk band gwana modern. Mereka berhasil memadukan unsur musik gwana yang kas dengan berbagai alat musik modern sehingga menjadikan sebuah musik yang khas. Gwana semakin populer ketika ada sebuah festival di Essaouira. Acara ini berhasil menyedot ribuan pengunjung.

Para musisi dunia banyak yang tampil dalam acara yang bertajuk di Gnaona Music World Festival.Diantaranya musisi jazz seperti Pat Metheny, Didier Lockwood, dan Marcus Miller. Festival yang berlangsung empat hari di bulan Juni ini menjadi ajang kolaborasi musisi berbagai genre dengan musik Gnawa.

Baca juga:  Kisah Sufi Unik (47): Ma'ruf al-Karkhi Menyuapi Anjing

Diantara musisi gnawa yang populer adalah Nass el-Ghiwane membawa musik Gnawa ke arus utama musik dunia . Kemudian Mahmoud Ghania yang dikenal raja hajuj atau gitar khas gnawa. Selain itu ada Hasna el Bacharia musisi wanita Gnawa asal Aljazair dengan stylings gitar listriknya telah mendapatkan pujian di Afrika dan Eropa. Ada juga Hamid El Kasri dari Rabat, maroko yang dikenal karena suaranya dan juga permainannya yang khas dan berkarakter.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top