Sedang Membaca
Majid Alyousef: Persekongkolan Kaligrafi dan Seni Rupa Modern
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Majid Alyousef: Persekongkolan Kaligrafi dan Seni Rupa Modern

Avatar

Times Square, adalah jantung kota New York adalah pusat wisata dan bisnis di Amerika Serikat. Disebutkan bahwa beriklan di layar Times Square dapat dilihat sekitar 380.000 orang setiap hari . Bahkan busa 450.000 viewer pada hari sibuk. Tentu dengan jumlah tersebut menjadikan pemssangan iklan menjadi mahal. Menurut Wall Street Journal biaya antara $ 1-4 juta per tahun.

Namun ada hal unik yang dilakukan oleh seorang seniman kaligrafi Arab. Layar iklan Times Square menjadi medium untuk karya-karyanya.

Adalah Majid Alyousef, seniman kontemporer dan kaligrafi Arab yang memamerkan karya karyanya di layar Times Square tersebut.

“Tujuan seni saya adalah untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari semua budaya dan untuk berbagi keindahan. Seni saya pada dasarnya adalah perjalanan eksplorasi ke makna dasar dan kemampuan kognitif otak manusia dalam bidang seni visual, ”katanya dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya English.

Alyousef adalah ahli kaligrafi, tipografi dan seniman kontemporer Saudi. Saat ini ia tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab. Karya-karyanya telah ditampilkan di sejumlah pameran dan buku-buku seni, termasuk Sharjah Calligraphy Biennial dan Dubai’s Street Art Gallery.

Dia malang melintang dalam dunia seni kaligrafi Arab selama lebih dari 25 tahun.Karyanya identik dengan sentuhan unik dan rumit serta komposisi eksperimental yang sering mengaburkan garis antara seni Islam dan abstraks, kubisme dan alfabet Arab.

Baca juga:  “Malam Sekaten”-nya Hamka

Alyousef adalah blasteran Saudi dan Irak. Ia lahir pada tahun 1974 dan dibesarkan di Basra. Pada usia ia sudah tertarik pada seni kaligrafi Arab. Kemudian belajar secara lebih serius pada beberapa master kaligrafi Arab. “Secara umum menguasai kaligrafi membutuhkan dedikasi, latihan terus menerus dan pelatihan mata dan tangan. Ini berlaku untuk semua bentuk seni visual,” ungkapnya.

Keinginannya untuk menjadi seorang seniman yang mumpuni mengantarkan Majid Yousef kuliah di Savannah College of Art and Design di Amerika dan mendapatkan gelar master.

Kariernya semakin menanjak ketika beberapa perusahaan terkemuka menggunakan jasanya. Majid Alyousef telah berpartisipasi dalam sejumlah pameran diantaranya Sharjah Calligraphy Biennial 12 dan 14, sebuah pameran kaligrafi tengara di Galeri Seni Jalanan Dubai, dan beberapa pameran yang dikuratori oleh Pusat Kaligrafi Arab Dubai.

Baca Juga

Desain tipografi Arabnya telah muncul di beberapa buku senirupa dengan klien doantaranya Museum Seni Islam di Doha dan Kantor Media HH Mohammed bin Rashed Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, dan banyak merek dan lembaga terkemuka lainnya.

Al Yousef mengaku menguasai skrip Thuluth yang sulit dengan menggabungkan seni abstrak dan modern untuk menciptakan gaya perpaduan yang unik.

Baca juga:  Tahlilan di Negeri Khabib Nurmugamedov

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya mencoba berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda bahkan mereka yang tidak membaca atau mengerti bahasa Arab, dan itulah sebabnya saya pikir abstraksi adalah bahasa yang penting. Kita semua bisa merasakan estetika. Saya percaya huruf Arab dalam kaligrafi klasik memiliki nilai-nilai estetika global ini,” katanya

Menurutnya kaligrafi menjadi lebih dari bentuk seni. “ Ini bukan tentang menulis atau menyalin buku dan bukan hanya karena komputer, juga karena teknologi pencetakan, yang diciptakan ratusan tahun yang lalu. Kaligrafi sekarang adalah tentang membuat kata-kata terlihat unik dan indah, dan tentu membuatnya dapat dibaca.Segala sesuatu di sekitar bisa menjadi sumber inspirasi. Saya menemukan gerakan, musik, dan perubahan yang sangat menginspirasi. Juga bentuk bukit pasir dan gelombang memiliki nilai visual yang saya hubungkan,” katanya.

Lihat Komentar (0)

Komentari