Sedang Membaca
Minyak Kemangi dalam Alquran 
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Minyak Kemangi dalam Alquran 

Muhamad Nur Mustakim

Segala hal yang berbau wangi, disukai oleh banyak orang. Aroma-aroma yang menyeruak dari parfum yang digunakan seseorang akan menyebar ke udara, lalu beterbangan di sana hingga  aroma-aroma itu memanjakan saraf olfaktori (saraf penciuman) manusia lainnya. 

Banyak orang yang tak betah berlama-lama berhubungan, berdekatan, dan bahkan bercakap-cakap dengan orang lain yang beraroma tak sedap. Rasulullah pun sangat menggemari aroma-aroma sedap atau wangi yang keluar dari parfum. Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam Kitabnya yang masyhur, Zadul Ma’ad fi Hadi Khoirul ‘Ibad, bahkan mengatakan bahwa tempat tinggal yang sehat adalah tempat tinggal yang memiliki aroma semerbak dari parfum dan juga bisa menjaga kesehatan. 

Dalam kitab yang sama, Ibnul Qayyim al-Jauziyah juga menyatakan bahwa wewangian adalah santapan roh bagi penggunanya yang akan akan menimbulkan kesenangan, menjalin hubungan dengan orang-orang yang dicintai, mendatangkan hal-hal yang dan menyingkirkan hal-hal yang kurang disenangi oleh jiwa. 

Minyak atsiri sebagai salah satu anugerah dari Allah kepada hambanya di muka bumi ini tidak bisa dilepaaskan dari marakanya industri parfum yang saat ini semakin ramai. Parfum yang berkualitas dan berharga tinggi hanya bisa berbahan dari minyak atsiri. Hal ini disebabkan minyak atsiri memiliki zat wangi yang alami. Selain itu, beberapa jenis minyak atsiri juga dapat mengikat aroma (fixative) pada parfum sehingga aroma yang keluar dapat memiliki ketahanan wangi yang lama. 

Minyak atsiri adalah minyak terbang (essential oil) yang mudah menguap. Minyak atsiri memiliki dan memberikan aroma yang semerbak. Ir. S. Ketaren dalam Pengantar Teknologi Minyak Atsiri menyatakan, minyak atsiri dapat menguap dengan mudah pada suhu ruangan tanpa mengalami penguraian terlebih dahulu. Aroma wangi yang dikeluarkan dari minyak atsiri mengikuti aroma tanaman penghasilnya. 

Minyak ini didapatkan dengan cara ekstraksi dari tanaman yang mengandung minyak atsiri. Bagian tanaman yang mengandung minyak ini adalah daun, biji, kayu, akar, buah, hingga kulit buah. 

Lalu bagaimana Islam menginformasikan minyak atsiri kepada umatnya? 

Allah berfirman dalam Surat Ar-Rahman ayat 12 : 

وَ الحَبُّ ذُو العَصْفِ وَ الرَّيْحَانُ

“Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.” 

Dalam Tafsir Jalalain, (الحَبُّ ذُو العَصْفِ) dimaknai dengan biji-bijian yang ada tangkainya. Lalu (الرَّيْحَانُ) digambarkan sebagai daun-daunan yang harum wanginya. 

 (الرَّيْحَانُ)

Baca juga:  Membangun Kesadaran Universal

Daun-daunan yang harum wanginya. Menurut penelitian Sarfaraz Khan Marwat,  dari Gomal University Dera Ismail Khan Pakistan yang termaktub dalam Pakistan Journal of Nutrition 8 (9) 2009, daun yang dimaksud (الرَّيْحَانُ) adalah Ocimum basilicum L.  atau yang sering kita sebut dengan kemangi.

Lalu apa saja kandungan daun kemangi?

Baca Juga

Menurut Penelitian Amalia An Nidha dari Universitas Diponegoro yang termaktub dalam Jurnal Kedokteran Diponegoro Vol. 6 No. 9 2017, dari kemangi memiliki senyawa kimia utama linalool (56,7 % – 60,0 %). Senyawa ini memiliki sifat antibakteri yang dapat mematikan atau menghambat pada bakteri. 

Ketika kita menemukan daun kemangi dalam lalapan, selain dimakan, ada juga beberapa orang yang menggunakan keemagi sebagai remasan tangan ketika mencuci tangan ke dalam mangkok yang berisi air. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan aroma wangi pada tangan. 

Aroma kemangi yang harum otomatis menjadi unggulan utama dari kemangi ini. Jika kembali kepada perkataan Ibnul Qayyim al-Jauziyah, maka jawabannya ada di kemangi ini. Karena selain aroma yang semerbak, kemangi juga dapat membunuh bakteri pada badan. 

Ernest Guenther dalam Essential Oils Vol. 3 juga menyatakan bahwa minyak atsiri dari kemangi dapat digunakan sebagai bumbu makanan—seperti yang telah kita ketahui, pemberish gigi dan mulut, dan juga sebagai bahan pembuatan parfum. Kemangi yang telah diekstrak menjadi minyak juga dapat digunakan sebagai antioksidan alami yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.

Penelitian Katarzyna J. Lachowicz dalam Journal Agricultur Food Chemistry Vol. 44 No. 3 1996 menyebutkan kemangi memiliki beberapa senyawa kimia seperti a-pinene, camphene, mycrcene, cineole, limonene, fenchone, camphor, linalool, methylchavicol, terpineol, borneol, citral, citronellol, geraniol, methyl cinnamate, dan eugenol. Senyawa-senyawa ini lah yang membuat kemangi memiliki beberapa kelebihan seperti yang Allah sebutkan dalam Surat Ar-Rahman ayat 12. 

Lalu apa itu (الحَبُّ ذُو العَصْفِ) dan apa yang terkandung di dalamnya. Wallahu A’lam. 

 

Lihat Komentar (1)

Komentari

Scroll To Top