Sedang Membaca
Syabakah dari Bashrah
Muhammad Iqbal
Penulis Kolom

Sejarawan dari IAIN Palangka Raya. Editor di Penerbit Marjin Kiri

Syabakah dari Bashrah

Syabakah adalah seorang perempuan yang spesialis dalam hal kehati-hatian (wara’). Ia dari Bashrah -kini wilayah Irak- seperi Maryam dan Rabiah.

Di rumah sang sufi, terdapat sel-sel bawah tanah (sara dib) bagi murid-murid perempuannya, di mana mereka belajar seluk-beluk mujahadah dan pelbagai praktik spiritual.

Syabakah pernah mengatakan:

“Jiwa manusia disucikan oleh tindak-tindak ibadah (riyadlah). Dan manakala ia telah disucikan, ia menemukan kedamaian dalam ibadah, sebagaimana sebelumnya ia terbebani olehnya.”

Abu Sa’id ibnu al-Arabi juga menyebutkan pernyataan serupa dalam Kitab ath-Thabaqat.

Secuil Catatan:

Ahli Keislaman asal Swedia, Tor Andrae (1885-1947)dalam bukunya In the Garden of Myrtles: Studies in Early Islamic Mysticism, “Selama masa paling awal Islam, zahid-zahid tertentu membuat sebuah sel atau kamar bawah tanah di dalam atau di bawah rumah-rumah mereka, di mana secara periodik mereka mempraktikkan kehidupan kepertapaan semu.”

Meskipun Louis Massignon, ahli Islam dari Prancis (1883-1962) tak menyebutkan istilah Persia dengan Sardab (ruang bawah tanah, gudang) dalam Essay, dia mewicarakan mathmurah (Persia, shikaft, gudang bawah tanah).

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Mula-mula digunakan oleh zahid-zahid Kristen Nestorian, gudang-gudang bawah tanah juga digunakan oleh sufi-sufi awal di Khurasan.

Baca juga:  Sabilus Salikin (116): Zikir dan Doa Tarekat Alawiyah
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top