Sedang Membaca
Pamer Hapalan Alquran Surah-Surah Pendek
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Pamer Hapalan Alquran Surah-Surah Pendek

M Faizi

Sore itu, seorang kiai menerima santri baru. Namanya Royan. Santri ini istimewa karena merupakan yang paling kecil di antara lainnya. Meskipun status Roy masih bersifat kalong (tidak menetap), itu bukan masalah bagi kiai. Anak kecil sekelas taman nak-kanak zaman sekarang kan suka nonton teve, terutama pas waktu maghrib. Jadi, jika ada santri cilik yang mau ke mushalla untuk shalat berjamaah itu sudah termasuk sesuatu yang banget kerennya.

Magrib berkumandang dan salat berjamaah didirikan. Kiai di posisi imam. Roy tepat berada di belakang. Suasana tenang dan khusyuk, tapi berubah kisruh dan rusuh manakala kiai sudah mulai membaca Surah al-Fatihah.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Terdengar begitu kuat dan lantang suara Roy menirukan Kiai. Bahkan, lama-lama, bacaan Roy lebih keras dan lebih cepat, menyalip Kiai, seperti balapan.

Pikiran Kiai berkecamuk. Ia malah mikir macam-macam. Khusyuk pun buyar. Rupanya, Roy ini baru saja pamer hapalan surah-surah pendek. Sayang sekali, ya, namanya juga anak kecil, kurang tahu situasi. Masa pamerannya pas salat, mestinya kan di dalam kelas, di TK sana. Seperti kata pepatah, “Gara-gara Roy setitik, rusak khusyuk se-rakaat”.

“Kalau setelah surah al-Fatihah saya membaca surah al-Ikhlas, Roy ini pasti niru-niru lagi. Pokoknya, kalau cuma surah-surah pendek yang lain, Roy pasti pamer hapalan lagi.” Demikian saking begitu berkecamukanya pikiran Kiai yang sedang menjadi imam salat itu menjalar ke mana-mana.

Baca juga:  Doa Satire ala Abu Nawas

Akhirnya, Pak Kiai membaca surah Surah ad-Duha, surah yang lumayan panjang. Meskipun tema surah tersebut adalah waktu pagi sementara saat itu mereka sedang bersalat Maghrib (malam), tak apa-apalah. “Ini cara paling aman,” mungkin begitu pikirnya nan kacau.

Dan benar, ketika Kiai mulai membaca surah itu, Roy diam saja. Dia bagaikan ponsel yang profile-nya baru saja diatur: dari outdoor ke silent. Tak ada lagi suaranya. Rasain, tak hapal kamu!

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top