Sedang Membaca
Cara Sufi Menilai Orang Lain

Cara Sufi Menilai Orang Lain

M Afifudin Dimyathi

Seorang Guru Sufi ditanya tentang dua keadaan manusia.

Pertama manusia yang rajin sekali ibadahnya, namun sombong, angkuh dan selalu merasa suci.

Kedua manusia yang sangat jarang ibadah, namun akhlaknya begitu mulia, rendah hati, santun, lembut dan cinta dengan sesama.

 

“Mana yang lebih baik ya, Syekh?”

Lalu Sang Guru Sufi menjawab, “Keduanya baik. Boleh jadi suatu saat si ahli ibadah yang sombong menemukan kesadaran tentang akhlaknya yang buruk dan dia bertaubat lalu ia akan menjadi pribadi yang baik lahir dan batinnya. Dan yang kedua bisa jadi sebab kebaikan hatinya, Allah akan menurunkan hidayah lalu ia menjadi ahli ibadah yang juga memiliki kebaikan lahir dan batin.”

Baca Juga

Kemudian orang tersebut bertanya lagi, “Lalu siapa yang tidak baik kalau begitu?”

Sang Guru Sufi menjawab, “Yang tidak baik adalah kita, orang ketiga yang selalu mampu menilai orang lain, namun lalai dari menilai diri sendiri.” (RM)

Baca juga:  Daulat Petani Kopi, Orang Gayo, hingga Kaum Sufi
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top