Sedang Membaca
Ulama Buta dengan Karya Luar Biasa

Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Kholili Kholil
Penulis Kolom

Alumni Pesantren Lirboyo-Kediri. Saat ini mengajar di Pesantren Cangaan Pasuruan, Jawa Timur.

Ulama Buta dengan Karya Luar Biasa

Fb Img 1578869200513

“Gila.” Kata itulah yang pertama kali muncul di pikiran saya beberapa tahun silam saat membaca biografi Sulaiman al-Jamal. Bagaimana tidak, ternyata ulama yang tidak pernah menikah ini adalah seorang ummy, alias tidak bisa baca-tulis.

“Jadi Futuhatul Wahhab alias Hasyiyah Jamal serta Futuhat Ilahiyah yang berjumlah delapan jilid itu siapa yang nulis?” Kira-kira itu pertanyaan yang menggelayuti pikiran saya waktu itu. Dua kitab itu adalah komentar-komentar penting atas dua kitab “induk” di pesantren: Fathul Wahhab dan Tafsir Jalalain.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Yang lebih mengherankan sebenarnya bukan bagaimana ia menulis buku-buku itu, tapi bagaimana ia mutalaah sehingga mendapat bahan untuk ditulis menjadi buku itu. Tengok saja Futuhat Ilahiyah alias komentar terhadap Tafsir Jalalain itu.

Futuhat Ilahiyah itu luar biasa bahkan lebih bagus, menurut saya pribadi, ketimbang Hasyiyah Zakariya Anshori atau Muhyiddin Zadah dengan karyanya Tafsir Baidhowi. Hampir mustahil jika ditulis oleh orang yang tidak bisa membaca.

Kattani dalam Fahrosul Faharis sempat merekam metode mengajar Sulaiman Jamal, Nashiri menulis sebagaimana direkam Kattani: “Cara ia mengajar adalah memanggil seseorang untuk membaca bagian yan ia ingin terangkan, lalu dia menerangkannya dan ia hapal semuanya.”

Nashiri juga menulis: “Aku sempat menghadiri pengajiannya.” Bahkan dia berkata, “jika dia bukan wali, maka tidak ada lagi wali Allah di Mesir.”

Baca juga:  Kiai Wahid Hasyim Sudah Ingatkan Inflasi Ulama
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (1)

Komentari

Scroll To Top