Sedang Membaca
3 Humor Gus Dur Tentang Tentara yang Sangat Lucu
Hamzah Sahal
Penulis Kolom

Founder alif.id. Belajar di sejumlah pesantren serta aktif di Rabithah Ma'ahid Islamiyah PBNU.

3 Humor Gus Dur Tentang Tentara yang Sangat Lucu

Zaman Orde Baru yang tidak pernah lepas dari kritik Gus Dur adalah tentara, dulu namanya ABRI, yang di dalamnya ada polisi. Zaman itu, tentara berkuasa penuh atas nasib bangsa ini. Mereka ada di barak, di parlemen, di dunia birokrasi, di lembaga sensor film, di kampus, di pasar, bahkan berkeliling di tempat ibadah. Maka itu, zaman Orba disebut rezim militer yang mencengkram apa pun (totalitarian).

Gus Dur mengkritik tentara tidak saja dengan pembicaraan-pembicaraan yang serius, analisa-analisa yang tajam, atau diskusi-diskusi komperhensif, namun juga dengan humor yang sangat lucu dan bisa dinikmati semua kalangan.

Kolonel dan Mumi

Untuk menggambarkan tentara suka main pukul, Gus Dur bercerita pemerintah Indonesia mengikuti forum sains tingkat dunia, misinya mencari tahu usia mumi dari Mesir. Di forum itu, negara-negara maju mengirimkan saintis-saintis handal dan berpengalaman, kecuali Indonesia yang mengirimkan seorang kolonel.

Tiba saatnya presentasi. Saintis dari China memberi kesimpulan bahwa mumi itu berusia 100 tahun sebelum Masehi. Tim Amerika dengan meyakinkan mengatakan bahwa mumi berusia 100 tahun sebelum masehi, plus memberi informasi bahwa rempah-rempah sebagai pengawet. Utusan Indonesia tampil memukau: usia mumi mumi ini 100 tahun sebelum masehi lebih tiga bulan. Prosesi mumi dilakukan seminggu, dari hari Jumat hingga Kamis. Rempah-rempah sebagai bahan pengawet didatangkan dari Maluku.

Baca juga:  Teringat (Iklan) Buku Gus Dur: Melawan Melalui Lelucon

Waow, seisi ruangan yang terdiri dari saintis tingkat dunia bertepuk tangan. Seorang panitia lalu bertanya: Bagaimana Anda mengetahui mumi dengan detail?”

Sang kolonel menjawab: Mumi itu saya tempelengin Pak, biar ngaku..

Danramil dan Khutbah Jumat

Gus Dur dalam satu vidio di Youtube menyampaikan bahwa modo ngaji keliling tiu harus cerita lucu-lucu, biar tidak bosen, biar tidak ngantuk. Jika ceramah atau khotbah isinya marah-marah melulu, nanti jamaah tidak bisa membedakan, ini yang ceramah kiai atau Danramil..

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“[Kalau] mantan Danramil suruh berkhotbah, ‘Yaa ayyuhan nas ittaqullaha haqqo tiqotih wa laa tamutunna illa wa antum muslimuun. Wahai manusia…bertakwalah kalian pada Tuhan Kalian. Awas kalau Tidak. Kata Gus Dur nyuruh orang bertakwa kok pakai ngancem segala..

Tentara dan PKI

Humor yang ini tidak lucu, karena lebih berupa tragedi daripada lelucon. Gus Dur menyampaikan bahwa ada seorang tentara berpangkat mayor menceritakan pengalamannya melakukan “operasi” PKI.

Sang mayor bertanya: Kamu PKI, ya?

Yang ditanya menjawab: Bukan, Ndoro. Saya BTI (Barisan Tani Indonesia)

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
8
Ingin Tahu
5
Senang
5
Terhibur
13
Terinspirasi
2
Terkejut
1
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top