Sedang Membaca
Foto Lama Gus Dur dan Gurunya
Stick Banner Nucare
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Alois Wisnuhardana
Penulis Kolom

Suka menulis, menulis suka-suka. Tinggal di Jakarta

Foto Lama Gus Dur dan Gurunya

Foto ini foto legendaris. Bukan cuma foto orang-orang lagi baris. Terus difoto sambil tertawa atau meringis.

Foto ini foto penuh makna. Tentang bagaimana orang muda menghormati orangtua. Mengalap berkah dan ilmu mulia.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Foto ini punya cerita mendalam. Yang duduk di kursi roda, ilmu dan akhlaknya jadi panutan siang malam. Yang mengiringinya, ingin mereguk dan belajar hingga khatam.

Sebagian dari mereka, sudah berpulang ke haribaan. Peringatan wafat mereka, menjadi peristiwa haul yang didatangi orang hingga ribuan.

Yang duduk di kursi roda itu punya kalimat sakti yang bisa menjadi sesanti. Tiap pengalaman dan peristiwa, pahit atau manis, suka atau duka, adalah pengalaman berharga. Semua itu, katanya, adalah REJEKINE GUSTI ALLAH.

Mbah Ali Maksum, yang duduk di kursi beroda itu, tak heran jadi rujukan dan teladan. Santri yang berpeci dan berkacamata, tak heran bila ingin berdekatan. Panggilannya dulu Durahman.

Yang dipanggil Durrahman itu, sejatinya juga bukan orang sembarangan. Di kemudian hari, gagasan dan pikirannya banyak jadi rujukan. Di kemudian hari, ia adalah pejuang kemanusiaan.

Dan selamanya, ia adalah orangtua jempolan bagi Alissa Q. Wahid, Yenny Wahid, Anita Ashvini Wahid, dan Inayah Wahid.

Doa terbaik untuk beliau semuanya. Semua ini, REJEKINE GUSTI ALLAH.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Korupsi Soeharto Sudah Banyak
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top