Sedang Membaca
Ramadan, Quraish Shihab, dan Jodoh

Hamba yang lemah, anggota Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), bergiat di Lingkar Filologi Ciputat (LFC), khadim di Ma’had Aly Ashiddiqiyah Jakarta, dan Mahasiswa Filologi di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Ramadan, Quraish Shihab, dan Jodoh

Bagi saya, Ramadan adalah ‘Bulan Quraish Shihab’. Ini mungkin opini yang sangat subjektif. Tapi tidak masalah daripada tidak punya opini sama sekali.

Mengapa saya katakan ‘Bulan Quraish Shihab’? Cukup rumit untuk menjabarkannya, namun saya akan coba serileks mungkin. Izinkan saya menarasikannya barang beberapa paragraf melalaui tulisan ini.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sepanjang tahun, saya nyaris tidak pernah menekan tombol on-off televisi. Bukan berarti saya tidak memiliki tv. Di rumah ada tiga layar kaca, yang dua aktif sedangkan yang satu mager (males gerak) alias bobrok.

Ketika Ramadan tiba, barulah saya beranikan diri sepenuh jiwa raga menghidupkan kotak ajaib itu. Tepat pada pukul tiga pagi menjelang sahur. Bapak saya pun sampai heran melihat aktivitas ganjil ini.

Untung bapak tahu kalau saya mengidolakan Prof Dr Quraish Shihab. Bahkan ketika menjadi karyawan di sebuah kantor berita, bapak senang kalau saya kerap berpapasan dengan ahli tafsir negeri ini.

Episode Surat al-Shaffat kemarin Pak Quraish menyinggung tentang lafadz ‘azwaj’ yang diartikan sebagai pasangan atau jodoh. Lebih lanjut beliau ber-quote—kutipan ini kemudian saya buat status di WA dan langsung diserbu oleh kawan-kawan:

“Jodoh itu seperti sepasang sandal, berbeda namun satu tujuan.”

Singkat padat, namun nyes di hati. Saya imbuhkan dalam kutipan itu, “Berbahagialah mereka yang sudah berjodoh, bagi yang belum sabar”. Tambah nyes minimal bagi penulisnya sendiri.

Baca juga:  Ramadan Itu Kecantikan

Tak hanya melalui stasiun televisi mainstream, dua putri beliau juga membuat serial wawancara di channel Youtube. Episode tentang jodoh menjadi trending topic jagat maya. Bisa dicek di tautan ini untuk host Najeela Shihab dan Najwa Shihab.

Jadi, inilah ikhtiar rileks saya menyebut Ramadan sebagai ‘Bulan Quraish Shihab’. Jika masih kurang puas, semoga besok saya mampu menarasikannya lagi. Semoga berjodoh. #Eh!

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top