Sedang Membaca
Nu’aiman yang Bengal (4): Balas Dendam Salah Orang

Nu’aiman yang Bengal (4): Balas Dendam Salah Orang

Whatsapp Image 2020 10 28 At 7.16.44 Pm

Makhrumah bin Naufal seorang tua berusia 115 tahun dan disegani oleh penduduk Madinah. Suatu ketika ia berada di sekitar halaman masjid hendak buang air kecil. Tapi karena dia buta, maka tidak dapat menemukan kamar mandi/toilet.

Dari kejauhan Nu’aiman melihat Makhrumah yang nampak seperti kebingungan, lalu didekatinya. “Kenapa engkau nampak kebingungan wahai orang tua yang buta?” sapa Nu’aiman.

“Aku sedang mencari toilet untuk buang air kecil,” jawabnya. Nu’aiman pun menggandeng tangan orang buta itu dan mengantarkannya, tapi bukan ke toilet tempat buang air kecil, melainkan ke tengah-tengah masjid. “Kencinglah disini saja, pak tua,” ujar Nu’aiman sembari menahan tawa lalu kabur.

Makhrumah dengan tenang membuka celananya seolah di dalam toilet hendak akan kencing, lalu semua jama’ah yang ada di dalam masjid itu berteriak, “Ini masjiid… kamu di dalam masjiiid”.

Makhrumah kaget bukan kepalang dan langsung menutup kembali celananya sambil menggerutu, “Celaka! Siapa tadi yang mengantarku ke sini?”. “Nu’aiman” ujar salah satu jamaah sambil mengantarkannya ke toilet.

Peristiwa itu membuat Makhrumah menjadi marah besar karena merasa dipermalukan habis-habisan dihadapan banyak orang. Makhrumah yang buta itu tak tinggal diam sampai disitu. Dia ingin membalas dendam terhadap perlakuan Nu’aiman padanya.

“Kalau ketemu Nu’aiman, aku ingin sekali memukul dengan tongkat ini,” sambil mengumpat Makhrumah sangat marah. Kalimat berita pengancaman tadi tanpa sengaja sampai ke telinga Nu’aiman. Dia tahu bahwa orang tua buta itu telah mengincarnya. Tapi dasar Nu’aiman, dia tetap tenang saja, malah bersiap-siap menata prilaku jahilnya yang lain.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Baca juga:  Nu'aiman, Sahabat Rasul yang Bengal (1)

Hari ketiga pun telah berlalu, tanpa disengaja Nu’aiman kembali bertemu dengan Makhrumah si orang buta itu. Nu’aiman dengan sigap menggandeng tangan Makhrumah kemudian merubah suara dan gaya bicaranya. Sementara Makhrumah tak menyadari sama sekali bahwa yang menggandengnya itu adalah Nu’aiman.

“Aku dengar dari orang-orang, katanya kamu sedang mencari dan ingin bertemu Nu’aiman yaa?” tanya Nu’aiman dengan nada pura-pura sebagai orang lain. Makhrumah pun mengencangkan genggaman tongkat di tangannya. “Betul..!! Aku ingin memukulnya karena sakit hati,” jawabnya.

Nu’aiman menuntun si buta itu ke hadapan khalifah Utsman bin Affan yang sedang khusyuk melaksanakan shalat. Lalu Makhrumah dijajarkan dekat sayyidina Utsman. “Di sebalahmu ini, adalah si Nu’aiman,” bisik Nu’aiman sambil mengarahkan kepada sayyidina Utsman.

Tanpa berkata apapun, dalam satu kedipan mata, Makhrumah sontak langsung mendaratkan tongkatnya ke punggung sayyidina Utsman. Nu’aiman segera bergegas kabur, sayyidina Utsman bin Affan berteriak kesakitan hingga pingsan. Masjid pun geger lantaran sang amirul mu’minin dipukul oleh seseorang yang ternyata Makhrumah bin Naufal yang buta itu.

Cerita tentang Nuaiman memberi tahu kita bahwa Nabi adalah pribadi yang ceria. Suka tertawa, bercanda, dan tidak melulu bersikap resmi. Beliau juga biasa bersenda-gurau dengan para sahabat dan istri-istrinya.

Baca juga:  Siapa Sosok Haji Hisyam, Arsitek Pendidikan Muhammadiyah itu?

Sayangnya, riwayat-riwayat tentang sisi manusiawi ini jarang diedarkan. Nabi dihadirkan sebagai sosok yang lurus, kaku, dan hanya suka memberikan perintah atau gemar melarang-larang saja.

Sebagai umat Rasulullah Muhammad saw, kita berhasrat meneladaninya secara penuh. Kita meninggalkan sesuatu yang dibenci Nabi dan berusaha menyukai apa saja yang dia senangi. Tapi kita sering melupakan sikap lapang dada dan humorisnya.

Jadilah kita sedikit-sedikit merasa dihina, dilecehkan, lalu murka. Senyum, tawa, tidak hanya membuat jiwa menjadi cerah dan perasaan lega, beliau juga mengembalikan kita sebagai manusia. Cuma manusia yang bisa melakukannya. Dan, kita sudah merasakan, hari-hari ini, kebahagiaan dan keceriaan makin mahal harganya.

 

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top