Sedang Membaca
Ramadan Bersama Nabi
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ramadan Bersama Nabi

Amin Nurhakim

Patutnya kita bersyukur dengan datangnya bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, ampunan dan hikmah. Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci nan mulia ini. Rasa gembira pun kita rayakan bersama orang-orang di sekeliling kita.
Banyak sekali amal ibadah yang dapat kita lakukan di bulan Ramadan, seperti membaca al-Qur`an, bersedekah dan masih banyak lagi. Semuanya kita lakukan demi mendapatkan keridhaan dari Allah Swt.
Sepertinya tidak lengkap jika puasa kia hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, setelah itu selesai dan tidak membekas sama sekali dalam bulan-bulan setelahnya. Di momen berharga bagi umat muslim ini terdapat banyak hikmah serta pembelajaran yang dapat kita petik. Sedangkan untuk menyempurnakan puasa kita, kita harus meneladani Nabi Muhammad Saw, junjungan kita semua.
Nabi Muhammad adalah teladan bagi kita, akhlaknya adalah al-Qur`an, jika kita membaca buku sejarah atau kitab-kitab sirah nabawi, maka kita tidak mendapati sosok beliau melainkan dalam penuh dengan akhlak yang mulia, dan teladan bagi kita semua. Termasuk dalam berpuasa dan menjalani kehidupan di bulan Ramadan, ada teladan yang bisa petik dari rekam jejak kehidupan Rasulullah saw.
Salah satu teladan yang patut kita teladani adalah sifat kedermawanan Rasulullah Saw ketika bulan Ramadan. Telah ada Nabi Muhammad Saw ketika Ramadan lebih dermawanan dibanding bulan lainnya. Hal tersebut sebagaimana dikatakan dalam hadis Rasulullah Saw:
أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ القُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
Sesunggugnya Ibnu ‘Abbas RadhiyalLahu ‘anhumā berkata: “Rasulullah ShalalLahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan tatkala berjumpa malaikat Jibril alaihissalam. Malaikat Jibril bertemu dengan Beliau setiap malam pada bulan Ramadan sampai penghujung Ramadan, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam membacakan Al-Qur`an kepada Jibril, maka tatkala Beliau bertemu dengan Jibril, Beliau lebih derwaman dengan memberikan kebaikan melebihi angin yang bertiup.” (HR Muslim).
Penggalan riwayat diatas memiliki makna tersirat yang bisa kita teladani, yaitu tentang sifat kedermawanan Rasulullah di bulan Ramadan. Maka hadis tersebut seakan-akan menganjurkan kepada kita untuk dermawan. Barangkali kita sudah cukup dermawan, maka tambahlah kedermawanan tersebut di bulan suci ini.
Hadis diatas adalah satu contoh dari teladan Rasulullah di bulan Raamadan, sedang masih banyak lagi hadis-hadis lainnya yang dapat kita teladani. Dengan demikian, sangatlah cocok kiranya kita membaca buku yang ditulis oleh saudara Ulin Nuha Mahfudhon., salah satu dosen di Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Ciputat. Buku tersebut memuat 15 tema kisah dan ajaran Rasulullah seputar bulan Ramadan. Buku ini adalah sepenggal riwayat-riwayat Nabi Saw dalam menjalani hari-harinya di bulan suci Ramadhaan.
Banyak sekali teladan-teladan Nabi di bulan Ramadan yang perlu kita ikuti. Dengan meneladani pengajaran Beliau di bulan Ramadan, semoga nantinya dapat membekas dalam diri, sehingga kita dapat mengamalkan ajaran tersebut di bulan-bulan lainnya.
Penulis banyak mengutip hadis-hadis nabawi dalam penulisan buku ini, begitupun dengan ayat al-Qur`an yang berkaitan. Riwayat-riwayat yang dikutip derajatnya adalah shahih dan hasan,. Adapun yang dha’îf bahkan palsu maka penulis memberikan catatan kritis dan mengutip pendapat para ulama terdahulu.
Sebagai kontekstualisasi, penulis juga sering menyinggung praktik dan tradisi Ramadan yang berkembang di negara kita Indonesia, semisal tradisi penyambutan Ramadan, takbir keliling, halal bi halal, dan selainnya. Praktik-praktik ini lalu ditimbang berdasarkan ajaran-ajaran Nabi saw. Jika memang relevan, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Namun jika menyalahi syariat, maka pelan-pelan harus kita tinggalkan.
Buku ini akan membimbing kita bagaimana menapaki sunnah Nabi, dan meneladaninya, serta meraih keberkahan di bulan suci Ramadan, bulan yang penuh ampunan dan rahmat.

Baca Juga:  Perjalanan di antara Orang-Orang Mualaf: Memandang Kebudayaan Lain dengan “Mata Naipaul”

Identitas buku:
Judul : Ramadan Bersama Nabi Saw
Penulis : Ulin Nuha Mahfudhon
ISBN : 978-623-7197-01-0
Tebal : 152 halaman
Terbit : April 2019

 

Lihat Komentar (0)

Komentari