Berkeislaman dalam Kebudayaan

Hujan, Satire, dan Spiritualitas Kontemporer

Hujan menyimpan kritik yang penting. Ia memperlihatkan paradoks manusia modern yang dituntut terus menyesuaikan diri, sementara ruang untuk refleksi ekologis dan spiritual semakin menyempit.

Manusia | 26.01.2026

Kolonialisme Digital: Krisis Kemanusiaan dan Masa Depan Spiritualitas

Hari ini manusia tidak lagi dijajah secara fisik, tetapi secara psikologis dan kognitif, yakni lewat data dan algoritma. Teknologi pun kemudian dipertuhankan.

Manusia | 23.01.2026

Krisis Modernitas dan Jalan Kembali ke Tradisi

Akar krisis ekologi kita hari ini, menurut para tradisionalis, akibat dari krisis ruhani. Manusia modern terputus dari pusat metafisis, dari Tuhan, lupa perannya sebagai khalifah.

Manusia | 23.01.2026

Makna Gunung dan Etika Penjelajahan dalam Spiritualitas Kita

Mendekati gunung bukan semata soal fisik, melainkan soal kesiapan batin. Ada kesadaran bahwa manusia datang sebagai tamu, bukan pemilik.

Manusia | 20.01.2026

Manusia, Kutukan, dan Saudara: Kehidupan ala Jujutsu Kaisen

Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami menggambarkan bahwa dalam diri kita ada sebuah kutukan yang muncul dari emosi negatif.

Manusia | 14.01.2026

Sampah sebagai Arsip Peradaban

Tumpukan dan pembuangan sampah seringkali menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Problem ini bukan hanya menjadi masalah lingkungan, melainkan cermin krisis relasi manusia dengan alam.

Manusia | 13.01.2026

Dari Resolusi ke Rekonsiliasi: Tahun Baru sebagai Ruang Etika Lintas Iman

Tahun baru tidak hanya sekadar pergantian angka. Tetapi menjadi momen untuk muhasabah, pembersihan diri, dan pertobatan spiritual yang lebih dalam, kepada sesama, alam, dan Tuhan.

Manusia | 11.01.2026

Rahasia Kebangkitan di Ujung Tulang Manusia

Barang siapa yang tahu dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Siapa yang mengenal asal-usulnya, maka ia tidak akan tersesat dan tidak akan kehilangan arah saat dipanggil pulang.

Manusia | 06.01.2026

Tahun Baru, Puisi, dan Cara Kita Memahami Waktu

Hal yang termahal di dunia ini adalah waktu. Ia terus berjalan. Tidak bisa dibeli kembali. Lalu, bagaimana kita memaknai tahun baru?

Manusia | 02.01.2026