Berkeislaman dalam Kebudayaan

Kerumunan yang Lupa Menjadi Manusia, Sentil FSTVLST dalam Lagunya

Kebahagiaan yang seharusnya dapat diraih dengan semudah menghargai, kini menjadi rumit karena nafsu akan kerumunan.

Seni | 05.02.2026

Perdebatan dan Pekerjaan

Siapa yang paling lantang bersuara di media sosial, dialah yang menjadi raja. Bahkan bisa menjadi lahan pekerjaan baru. Ya, menjadi buzzer. Demikianlah era daring saat ini.

Manusia | 03.02.2026

Warisan Kiai Hasyim Asy’ari dan Pendidikan NU di Abad Kedua

Pendidikan pesantren menghadapi banyak tantangan di era disrupsi dan matinya kepakaran. Apakah pendidikan ala NU ini mampu menjawab perubahan zaman yang tengah terjadi?

Pendidikan | 01.02.2026

Ruang Media Sosial Kita yang Menjengkelkan

Siapa pun hari ini bisa bersuara. Tanpa kepakaran, mencemooh secara terbuka, dianggap sebagai suatu yang wajar. Bersuara tanpa memiliki kemampuan berpikir yang benar justru melahirkan kekacauan.

Teknologi | 29.01.2026

Secukupnya Saja, Seperti Lagu Hindia

Kita hidup dalam zaman yang memuja gerak dan hasil. Diam dicurigai sebagai kemunduran, berhenti dianggap kegagalan. Sudah, secukupnya saja. Kapan kita harus mengejar, kapan berhenti, dan kapan menerima.

Seni | 27.01.2026

Hujan, Satire, dan Spiritualitas Kontemporer

Hujan menyimpan kritik yang penting. Ia memperlihatkan paradoks manusia modern yang dituntut terus menyesuaikan diri, sementara ruang untuk refleksi ekologis dan spiritual semakin menyempit.

Manusia | 26.01.2026

Kolonialisme Digital: Krisis Kemanusiaan dan Masa Depan Spiritualitas

Hari ini manusia tidak lagi dijajah secara fisik, tetapi secara psikologis dan kognitif, yakni lewat data dan algoritma. Teknologi pun kemudian dipertuhankan.

Manusia | 23.01.2026

Krisis Modernitas dan Jalan Kembali ke Tradisi

Akar krisis ekologi kita hari ini, menurut para tradisionalis, akibat dari krisis ruhani. Manusia modern terputus dari pusat metafisis, dari Tuhan, lupa perannya sebagai khalifah.

Manusia | 23.01.2026

Makna Gunung dan Etika Penjelajahan dalam Spiritualitas Kita

Mendekati gunung bukan semata soal fisik, melainkan soal kesiapan batin. Ada kesadaran bahwa manusia datang sebagai tamu, bukan pemilik.

Manusia | 20.01.2026