Sedang Membaca
Musdah Berjumpa Para Tokoh Lintas Agama di Wuppertal Jerman
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Musdah Berjumpa Para Tokoh Lintas Agama di Wuppertal Jerman

Susi Ivvaty
Musdah Berjumpa Para Tokoh Lintas Agama di Wuppertal  Jerman 2

Menjadi narasumber di berbagai konferensi dan diskusi di luar negeri adalah kelumrahan bagi guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Siti Musdah Mulia. Ia tidak hanya membagi informasi dan pandangan mengenai situasi di Indonesia namun juga mendapatkan informasi yang sama dari narasumber negara lain. Pada tahun 2017 ini, Musdah berkesempatan lagi untuk menghadiri Konferensi Internasional tentang Perdamaian, tepatnya pada 14-17 Juli 2017 di Jerman. Konferensi dihelat di atas bukit yang dikenal dengan The Holy Mount, di Wuppertal, Jerman.

“Seru sekali berada di sini. Kami bertemu dengan banyak perwakilan dari berbagai agama dari banyak negara di dunia. Berada di tengah alam dan manusia di tempat yang jauh dari tanah kelahiran. Sebuah cara mensyukuri nikmat Allah dan betapa kita menyaksikan kuasa-Nya yang telah menciptakan manusia yang begitu beragam,” tulis Musdah melalui Whatsapp Messanger.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Konferensi internasional pada tahun ini bertemakan “Peace among the People: Interreligious Action for Peace and Inclusive Communities”. Jumlah peserta lebih dari 100 orang yang mewakili berbagai agama dari seluruh dunia. Selain Musdah, dari Indonesia hadir pula Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Ery dan pengajar filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Saras Dewi (mewakili umat Hindu).

Baca juga:  Hijrahnya Malcolm X

Sebelum konferensi, Musdah bersama para tokoh lintasagama mengunjungi komunitas-komunitas lintas agama dan rumah-rumah ibadah. Dimulai dengan mengunjungi komunitas Yahudi dan sinagognya di kota Unna, lantas ke gereja katolik di Duisburg Marxloh serta ke Merkez-Mosque (masjid jami’) yang letaknya berdekatan dengan gereja.

Musdah mengirim beberapa foto, di antaranya ketika ia berfoto bersama dua pemuka agama yang sangat gigih mengampanyekan toleransi dan pluralisme.  Dr. Ven Madampagama (pinggir) berasal dari Srilanka, acapkali mengalami teror dan percobaan pembunuhan oleh kelompok radikal Hindu. Syeikh Fadhil Suleiman Soraga (tengah) dari Tanzania. Wajahnya pernah disiram air keras oleh kelompok radikal Islam,  dan ia bangga mempunyai wajah rusak sebagai tanda betapa biadabnya perilaku radikalisme. (seperti tertulis pada keterangan foto)

Foto lain, Musdah Mulia bersama Ketum PGI Henriette Tabita Lebang di sinagog di Unna Jerman dan Musdah Mulia berpose di Gereja St Petershop.
Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top