Saiful Hakam
Penulis Kolom

Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Belajar sejarah di UGM. Tinggal di Bogor, Jawa Barat

Denys Lombard ke Makam Kiai Telingsing: Ziarah dalam Sepi (1)

Ada kisah menarik tentu Denys Lombard, seorang Profesor di Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociaes (EHESS) dan direktur Ecole francaise d’Extreme-Orient, Paris, meninggal di tahun 1998. Kisah apakah? Kisah Lombard terkait dengan kota Kudus.

Almarhum pernah berkunjung ke kota Kudus dalam rangka berziarah ke makam keramat: makam Sunan Kudus, makam Sunan Muria, dan makam Kiai Telingsing. Hal menarik, beliau menceritakan kisah riwayat Kiai Telingsing dalam konteks islamisasi di Jawa dan peran komunitas Tionghoa dalam proses islamisasi tersebut.

Buku Kiai Said

Berbeda dengan sejarawan Belanda ahli Indonesia yang lazim menulis tokoh-tokoh agung, besar, dan berkuasa, sejarawan Prancis Denys Lombard, dengan takzim dan tekun berusaha meriwayatkan tokoh-tokoh kecil yang jarang diperhatikan dan cenderung dilupakan. Ikhtiarnya menulis kisah orang-orang kecil luar biasa. Mengapa?

Karena dia berkeyakinan, bahwa di balik tokoh-tokoh besar selalu ada tokoh lain, entah itu sahabat atau gurunya, yang punya peran penting dalam karir tokoh besar. Dalam sejarah, mustahil ada tokoh besar tanpa sokongan tokoh kecil.

Kota Kudus ada di bagian utara Propinsi Jawa Tengah. Kota ini tidak jauh dari Gunung Muria, dekat Kota bersejarak Demak, dan metropolitan Semarang. Kota Kudus masyhur karena pabrik-pabrik rokok kreteknya (L Castls, 1967).

Baca juga:  Kisah-Kisah Pangeran Diponegoro di Bulan Ramadan: Inspirasi Mulai Perang hingga Diasingkan

Lagi, kota ini masyhur karena masjid kudus. Arsitektur masjidnya yang bergaya majapahit melambangkan secara visual peralihan dari agama Hindhu ke agama Islam. Kisahnya mengingatkan dalam batas tertentu nasib masjid Agung Cordoba di Spanyol, yang diubah menjadi Katedral.

Kota Kudus mengambil namanya dari al-Quds, yatu nama Yerussalem dalam Bahasa Arab. Sudah lama dikenal sebagai kota suci (M. Bonneff, 1980). Dekat masjid Agung Kudus terdapat makam Sunan Kudus. Beliau adalah salah satu mubalig utama pada abad ke-16. Beliau membantu penguasa Demak mendirikan Kesultanan Pertama dan mendakwahkan ajaran Agama Islam di daerah sekitarnya. Makam keramat besar lainnya ialah Makam Sunan Muria. Makam ini terletak di puncak Gunung Muria, 20 km dari Kota Kudus.

Kompleks makam Kiai Telingsing tidak ramai peziarah. Jauh jika dibandingkan dengan Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria yang ramai akan peziarah. Selain itu, Masjid kecil dan makam Kiai Telingsing itu letaknya jauh dari keramaian pusat Kota Kudus. Makam ini dekat dengan sungai yang mengalir di sebelah barat Kota.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Pada zaman dahulu, mungkin sekali, merupakan pusat lalu lintasnya. Kampung tempat kompleks makam itu disebut Kampung Sunggingan. Yakni, kampung tukang kayu. Dari kata sungging, juru ukir dan tukang kayu. Karena, menurut cerita lokal, Kiai Relingsing adalah seorang tukang kayu keturunan Tionghoa. Namanya asli ialah The Ling Sing. Hidup pada zaman Sunan Kudus. Sahabat Sunan Kudus. Ikut membantu menyiarkan agama Islam di daerahnya dan tentu saja mengajarkan teknik-teknik perkayuan dan ukiran. (Bersambung)

Baca juga:  Malam Terakhir Khalifah Utsman bin Affan
Buku Tasawuf

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top