Sedang Membaca
Pendidikan Islam Moderat di Kampus Pesantren Kiai Abdullah Faqih
Rizal Mubit
Penulis Kolom

Guru Ngaji di Kampung. Pengajar di Universitas Kiai Abdullah Faqih Manyar Gresik, Jawa Timur. Alumni Pusat Studi Qur'an Ciputat dan Pascasarjana IAIN Tulungagung prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Menulis sejumlah buku bertema keislaman. Peneliti Farabi Institute.

Pendidikan Islam Moderat di Kampus Pesantren Kiai Abdullah Faqih

Whatsapp Image 2023 12 25 At 06.36.37

Sejak tahun 1990-an, ada satu fenomena menarik di dunia pesantren. Banyak kiai yang mendirikan perguruan tinggi agar para santri bisa mudah melanjutkan studinya. Dengan keterbatasan dana, tenaga pengajar dan pengalaman, ternyata pendirian perguruan tinggi di lingkungan pesantren bisa dibilang berhasil. Setidaknya dengan turunnya SK perijinan dari pejabat terkait. Saat ini ada puluhan bahkan mungkin ratusan pesantren di Indonesia yang memiliki perguruan tinggi sendiri.

Kata Menteri Agama 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, “Inilah hebatnya Kiai. Pengajian di musala kecil, setelah beberapa waktu bisa berubah menjadi Lembaga Pendidikan modern dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.”

Salah satu perguruan tinggi yang berdiri di lingkungan pesantren adalah Universitas Kiai Abdullah Faqih disingkat Unkafa. Kampus ini merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang hampir 100% mahasiswanya bermukim di pesantren.

Kampus yang berada di lingkungan pondok pesantren Mambaus Sholihin Gresik ini berdiri pada tahun 2003 dengan nama awal Institut Keislaman Abdullah Faqih disingkat Inkafa. Pergantian status dari Inkafa ke Unkafa terjadi pada awal tahun 2023.

Sebelum resmi beralih status menjadi Universitas, pada tahun 2017, Unkafa menerima surat ijin dari Dirjen Pendidikan Islam untuk membuka Program Studi Pendidikan Agama Islam Moderat setelah melalui proses yang panjang.

Penambahan kata moderat pada prodi PAI pascasarjana Unkafa memiliki tujuan khusus. Yakni agar lulusannya mampu mengembangkan Pendidikan Islam moderat di tempat mereka mengajar. Saat ini hanya di Unkafa saja ada prodi Pendidikan Agama Islam moderat. Menurut Muhammad Sohib, munculnya kata moderat pada prodi ini adalah hasil dari musyawarah dan istikharah dari para pengajar untuk diajukan ke kementerian agama.

Baca juga:  Seri Filsafat tentang Makna Hidup

“Keberadaan Prodi Pendidikan Agama Islam Moderat ini memang ide dari kami. Jadi, memang kami yang mengusulkan kepada pihak kementerian agama. Bukan kementerian agama yang meminta. Karena saat ini untuk membuka prodi pendidikan agama Islam, harus ada orientasi khusus yang berbeda dengan perguruan tinggi lain.” Tutur Muhammad Shohib salah satu pengajar di Pascasarjana Unkafa.

Sejak awal dibuka, peminat prodi Pendidikan Agama Islam Moderat lumayan banyak. Sebab jumlah lulusan dari progam studi Pendidikan Agama Islam dari perguruan tinggi di wilayah Pantura Jawa Timur sangat besar sehingga sangat berpotensi untuk melanjutkan Pendidikan pascasarjana di Unkafa Gresik. Apalagi pada masa yang akan datang tuntutan pendidikan semakin tinggi sehingga alumni S-1 maupun yang sekarang masih menjadi mahasiswa akan cenderung untuk melanjutkan kuliah ke program pascasarjana.

Sementara itu guru-guru agama yang ada, relatif banyak yang masih berpendidikan S-1, sedang tuntutan profesionalisme guru agama menjadi keharusan. Apalagi untuk dapat berkompetisi dengan guru lain, yang sekarang ini sudah banyak yang menempuh kuliah pascasarjana dengan berbagai program studi. Oleh karena itu kehadiran Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Moderat Pascasarjana Unkafa Gresik merupakan alternatif untuk meningkatkan kualitas guru agama.

Karena program studinya berorientasi pada Pendidikan Agama Islam Moderat maka mata kuliahnya berbeda dengan prodi pendidikan agama islam lain. Ada mata kuliah khusus yang mengkaji Islam Moderat.

Baca juga:  Gus Irwan: Pejuang Inklusivitas dan Toleransi dari Mlangi

“Salah satu letak ciri khas moderat prodi ini ada pada mata kuliahnya. Ada beberapa mata kuliah yang memang khusus mengkaji Islam moderat seperti Pendidikan Islam Moderat, Kajian Islam Moderat dan Pengembangan kurikulum pendidikan Islam Moderat.” Kata Saeful Anam, Kepala Prodi Pendidikan Agama Islam Moderat Unkafa.

Dengan demikian, penulisan tesis sebagai tugas akhir juga tidak jauh-jauh dari tema Islam moderat. Sehingga mahasiswa pasti meneliti tentang Pendidikan moderat atau pemikiran moderat dari tokoh Pendidikan.

“Kalau mahasiswa Pasca, hampir semua tesis yang saya uji dan tesis yang saya bimbing, membahas mengenai moderasi beragama. Kalau rata-rata yang saya bimbing berkaitan dengan Pendidikan Islam Moderat di sekolah atau madrasah.” Kata Ali Ahmad Yenuri, pengajar Unkafa.

Berdasarkan profil lulusan yang dihasilkan Prodi Pendidikan Agama Islam Moderat Pascasarjana Unkafa, maka job market yang menjadi lahan pada lima tahun ke depan diproyeksikan menjadi akademisi. Semakin banyaknya perguruan tinggi menyelenggarakan program studi S.1 Pendidikan agama Islam seiring dengan tingginya peminat di wilayah Pantura menuntut ketersediaan tenaga pendidik/ dosen yang berkualifikasi S.2 sesuai dengan Prodi, sehingga pada lima tahun ke depan kebutuhan akan tenaga dosen sangat tinggi.

Semakin ketatnya persaingan Sekolah/Madrasah dalam memperebutkan kepercayaan masyarakat, menuntut Sekolah/Madrasah untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi tenaga pendidik akademik khususnya Bidang Pendidikan Islam. Sehingga lima tahun ke depan bisa diprediksikan guru PAI di Sekolah/ Madrasah dituntut untuk berkualifikasi S.2. sehingga lulusan Magister Pendidikan Agama Islam terserap dengan mudah.

Baca juga:  Teladan Lord Didi Kempot dalam Dunia Filantropi

Selain itu, lulusannya juga bisa menjadi peneliti Pendidikan Islam Moderat. Semakin tingginya problematika kekinian dalam dunia pendidikan yang menuntut masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi berkenaan dengan pendidikan Islam. Karena itu, masyarakat membutuhkan informasi hasil dari kajian ilmiah yang dihasilkan oleh ahli.

Lulusan Pascasarjana Unkafa juga bisa menjadi Konsultan Pendidikan Islam Moderat. Lembaga pendidikan Islam dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan. Sehingga kebutuhan akan konsultan pendidikan menjadi prioritas utama pada kurun waktu 5 tahun ke depan. Oleh karena itu, bisa dipastikan Lembaga Pendidikan islam mulai dari yang dasar sampai perguruan tinggi, membutuhkan konsultan Pendidikan yang mampu memecahkan problematika pendidikan melalui paradigma Islam moderat.

Melalui beberapa pertimbangan di atas, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Moderat Pascasarjana Unkafa Gresik mampu menjadi perguruan tinggi yang semakin modern, terlebih jika diperhatikan bahwa masyarakat sekitar kampus adalah masyarakat santri yang memiliki dukungan kuat terhadap pengembangan pendidikan Islam moderat.

 

 

 

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
6
Ingin Tahu
1
Senang
4
Terhibur
1
Terinspirasi
2
Terkejut
2
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top