Sedang Membaca
Siapa Pembimbing Sinead O’Connor Menjadi Mualaf?
Riza Bahtiar
Penulis Kolom

Peneliti Kindai Institute Banjarmasin

Siapa Pembimbing Sinead O’Connor Menjadi Mualaf?

Dunia dihebohkan dengan masuk Islamnya Sinead O’Connor. Penyanyi perempuan yang suka plontos ini punya popularitas yang, menurut salah satu ulasan, agak kurang elok karena popularitasnya itu berkat 70% kontroversi, 30% karya.

O’Connor berkebangsaan Irlandia, sebuah negeri yang termasuk dalam wilayah Inggris punya. Masuk Islamnya O’Connor tampaknya bukan proses yang instan. Menyimak cuwitannya di Twitter, tampaknya penyanyi yang pernah mengalami depresi ini sudah bertungkus-lumus menelusuri lika-liku tradisi keberagamaan dunia. Simak saja ucapannya yang menyebut dirinya sebagai theologian journey, ini bisa jadi menunjuk pada pergulatan batinnya dalam hal akidah agama-agama. Lalu orang Islam yang “menemani” O’Cannor hingga memilih Islam sebagai agamanya?

Adalah Syekh Umar al-Qadri orang yang berada di belakang keputusan Sinead O’Connor memilih jalan Islam. Siapakah Syekh Umar al-Qadri?

Beliau adalah seorang sarjana Islam (baca: ulama) dan Syekh yang berada di Irlandia. Lahir dari keluarga ulama Pakistan. Dia punya bapak bernama Hazrat Maulana Mehr Ali Qadri yang tiba di Den Haag, Belanda pada penghujung 1970-an. Bapaknya bertugas menjadi Imam di Belanda saat itu.

Al-Qadri juga mengepalai Lembaga Perdamaian dan Integrasi Muslim Irlandia (Irish Muslim Peace & Integration Council), sebuah lembaga perwakilan Muslim yang terdapat di Dublin, Cork, Athlone, Port Laoise dan Belfast.

Al-Qadri pindah ke Irlandia pada 2004 selepas menamatkan pengajaran agamanya dari Jamia Islamia Minhaj ul-Quran di Pakistan. Dia juga bekerja penuh sebagai akuntan bergaji di Philips. Dia termasuk salah satu pendiri Mesjid Clonee di negara tempatan dan pada 2008 dia mendirikan Pusat Budaya Islam Irlandia al-Mustafa di Dublin.

Baca juga:  Kasus KDRT dan Bagaimana Bersikap

Al-Qadri adalah orang yang terpelajar. Dia punya kanal sendiri bernama Ummah Channel. Kadang dia tampil menyajikan materi juga di ARY Qtv, Noor TV dan Minhaj TV.

Dia sering wara-wiri di wilayah Irlandia, Inggris dan negara-negara Barat lainnya guna memberikan kuliah tentang Islam di pusat-pusat Islam, masjid, perguruan tinggi sampai universitas-universitas.

Selain aktif di sejumlah organisasi non-pemerintah, al-Qadri acap kali menulis juga terkait dengan tema-tema keislaman. Tulisan-tulisannya kadang kala dimuat utamanya oleh Irish Times.

Syekh Umar al-Qadri adalah orang yang memiliki keyakinan yang teguh pada pentingnya hubungan antar-iman dan intra-iman. Al-Qadri adalah seorang sarjana muslim Sunni.

Namun, bila sekarang di dunia Islam, banyak pendakwah mengobarkan kebencian pada Syi’ah, justru sebaliknya, al-Qadri sering ikut pertemuan dan acara muslim Syi’ah, malahan sebagai tamu utama. Dia bahkan pernah menghadirkan pemimpin Syi’ah Nasional Irlandia, Dr. Ali Saleh di lembaga Islamic Center yang didirikannya.

Lebih jauh, al-Qadri juga turut serta dalam acara-acara dialog antar-iman bahkan menulis pengantar bagi satu publikasi tentang dialog Muslim dan Kristen. Dia mengutuk keras persekusi atas para penganut Kristiani di negara-negara muslim dan menyalahkan kejahilan para pelaku persekusi ini atas ajaran-ajaran Islam.

Al-Qadri termasuk orang yang menyokong integrasi Muslim di Irlandia. Dia telah bicara banyak di pusparagam platform dan menandaskan pentingnya yang namanya Integrasi. Dalam pandangannya nabi Muhammad saw kala hijrah ke Madinah nyata-nyata memilih integrasi, bukan asimilasi atau isolasi. Wikileaks, sebagai pembocor info rahasia negara kelas wahid, khususnya saluran AS bahkan menyebut Muhammad Umar al-Qadri sebagai salah satu dari suara muslim yang menyerukan integrasi di Irlandia.

Baca juga:  Kompleksitas Pribadi Gus Dur, Antara Kehendak dan Determisme Lingkungan

Terkait tentang jihad yang sering disalahartikan, al-Qadri pernah meluncurkan situs www.jihad.info yang mewartakan tentang konsep jihad yang sejati dan mencegah anak muda muslim terjangkit radikalisasi. Ia banyak bicara untuk melawan ekstremisme di tengah-tengah kaum muslim dan ia berkeyakinan bahwa sudah jadi tanggung jawab sebagai muslim untuk berperan serta membentuk masyarakat yang damai dan melawan ekstremisme.

Bagi al-Qadri pandangan para ekstremis tidak sah dan tidak benar secara keagamaan. Dia mengutuk kegagalan para ekstremis dalam memahami kitab-kitab klasik utama hukum dan teologi Islam dan membantah fatwa-fatwa para ekstremis tersebut. Al-Qadri secara tegas menolak bom bunuh diri dan menganggap pembunuhan atas warga sipil selamanya merupakan hal haram.

Baginya ISIS, Al-Qaeda, Al-Shabaab dan Boko Haram sama sekali tidak Islam. Mereka hanyalah preman yang melanggar ajaran-ajaran dasar Islam. Terkait ideologi Wahabi Arab Saudi, al-Qadri meyakini bahwa ideologi ini memberi dalih keagamaan bagi para ekstremis untuk membenarkan adanya ekstremisme dan kekerasan.

Sehubungan dengan serangan di London pada 2017 silam, al-Qadri mengungkap bahwa dua tahun sebelumnya ia telah memperingatkan pemerintah Irlandia tentang adanya orang-orang radikal ekstrem yang menyebarkan risalah kebencian di Irlandia. Karena kekhawatiran ini, Lembaga Perdamaian dan Integrasi Muslim Irlandia meluncurkan deklarasi anti ekstremisme dan bimbingan untuk mencegah radikalisasi dalam komunitas Muslim. Dia mengingatkan pada tahapan tersebut tentang berbahayanya kaum islamis yang menyebarkan risalah-risalah kebencian di Irlandia. Dikhawatirkan apabila ini dibiarkan, sesuatu yang tak diinginkan bakalan terjadi. Dia bahkan telah bertungkus lumus membagi pandangannya pada berbagai departemen pemerintahan tentang bahaya ini. Sayangnya, kekhawatirannya ini terbukti terjadi dengan adanya serangan di London, di mana ada orang Irlandia terlibat.

Baca juga:  Guru Madrasah Berprestasi (2): Pak Candra, Pernah Jadi Buruh Percetakan hingga Raih Guru Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional

Al-Qadri berkeyakinan bahwa orang-orang yang menyebar naratisi kebencian semestinya dipantau oleh “Departemen Pengadilan”. Para pembenci ini butuh bantuan profesional dan perlu dideradikalisasi. Bila orang-orang macam ini tak bisa dipenjara maka apa yang bisa dilakukan negara adalah memberikan pelatihan deradikalisasi sehingga mereka tak lagi radikal. Kalau ini tak dikerjakan dan orang-orang ini bebas lepas bersuara dan menyebarkan gagasan-gagasan mereka yang amat sangat berbahaya, maka kaum muda Muslim akan termakan tipuannya. Boleh jadi orang-orang pembenci ini tahu bahwa mereka dimonitor, dipantau tapi mereka niscaya menginspirasi yang lain untuk melakukan tindakan keji.

Setakat itulah, tentang Syekh Umar al-Qadri. Jelasnya berada dalam barisan orang-orang muslim yang melihat Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Orang-orang muslim yang tak suka marah dan menebar kebencian, sebaliknya menyebar tentang kebaikan dan keramahan. Wallahu a’lam.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top