Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (90): H. Basri BY

H. Basri By

(L. 10 Oktober 1927 )

H. Basri lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan pada tanggal 10 Oktober 1927. Beliau menempuh pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Karena beliau belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh maka semua jenjang pendidikan ini dapat ditempuh dengan lancar. Setelah berjuang dengan tekun belajar maka masing-masing jenjang pendidikan itu semuanya dapat diselesaikan dengan baik, dan dengan tepat waktu.

Aktivitas dakwah beliau cukup banyak, baik secara terjadual maupun yang dilakukan secara spontanitas. Bila yang terjadual seperti mengisi pengajian ibu-ibu atau ceramah pada majelis-majelis taklim, dan bertugas sebagai khatib Jumat pada beberapa masjid di kawasan kota Banjarmasin. Maka kegiatan H. Basri yang tak terjadual adalah memenuhi undangan atau permintaan masyarakat memberikan tausiyah dalam memperingati hari-hari besar Islam. Misalnya dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiul Awal, maupun peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah SAW setiap bulan Rajab. Atau ada keinginan masyarakat lainnya seperti arisan keluarga, arisan yasinan, urunan selawat, dan sebagainya.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Saat ini H. Basri sudah menjalani masa-masa pensiun beliau dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagi beliau ada sesuatu yang tak terlupakan dan paling berkesan dalam perjalanan hidup mengabdikan diri di dunia pendidikan. Bahkan ini dipandang sebagai suatu karya momumental, yakni mendirikan Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) II Kebun Bunga pada tahun 1965. Sekarang sekolah ini diberi nama SMP Tsanawiyah Kebun Bunga di Kebun Bunga Km. 3,5. Kecamatan Banjarmasin Timur, kota Banjarmasin.

Baca juga:  Ulama Banjar (67): KH. Djamaluddin

H. Basri selalu berupaya untuk memanfaatkan masa pensiun melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beliau selalu terobsesi untuk berbuat lebih banyak dalam rangka turut membangun masyarakat. Beliau berusaha untuk memberikan sesuatu yang terbaik dan berguna bagi orang lain, bahkan bagi agama, nusa dan bangsa. Sesuai dengan karakter inilah maka tidak mengherankan, kalau H. Basri ternyata mempunyai prinsip yang kuat dalam kesehariannya. Prinsip beliau—sangat singkat dan sederhana akan tetapi maksudnya padat dan sangat bermakna—yaitu “hidup adalah berjuang”.

Dari perkawinan dengan Hj. Zubaidah, H. Basri dianugerahi Allah SWT beberapa orang anak, yaitu Drs. H. A. Yunani Fauzi, MAP, Hj. Nurul Latifah, S.Ag, H.A. Rosehan Anwar, Nurlaila, Nurlaili, Nurdahliana Rosmilan Sari, Ahmad Zainal Bairuni. Alamat rumah beliau adalah di Kebun Bunga, tepatnya jalan Melati IV Angsoka RT. No. 21 Banjarmasin.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top