Sedang Membaca
Ulama Banjar (89): KH. Abdurrasyid Nasar
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (89): KH. Abdurrasyid Nasar

Kh. Abdurrasyid Nassar

(L. 15 Juni 1927)

KH. Abdurrasyid Nasar adalah seorang politikus dan cendikiawan kelahiran Amuntai 15 Juni 1927. Ayahnya H. Nasar dan ibunya Hj. Kamariah. Pak Rasyid, demikian ia dipanggil, adalah juga salah seorang pelopor pembaharu pendidikan Islam di Kalsel. Sangat besar jasanya dalam memperjuangkan berdirinya IAIN Antasari Banjarmasin. Selama hayatnya ia giat mengembangkan pendidikan Islam di Kalimantan Selatan.

Bermula sebagai guru di Pesantren Rakha Amuntai ulama yang pernah digodok Normal Islam ini sering mengadakan pengajian agama di berbagai majelis taklim. Prinsip hidup yang dipegang beliau yaitu mengembangkan syiar Islam sampai akhir hayat. Beliau bekerja tanpa mengenal lelah tanpa pamrih dan hanya mengharap ridha Allah SWT.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Pada zaman penjajahan, sebagaimana juga para pemuda lainnya, beliau terlibat dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Rasyid aktif sebagai Tentara Pelajar Republik Indonesia. Saat bangsa Indonesia sudah berada pada zaman kemerdekaan, beliau ikut aktif berpolitik. Beliau adalah salah satu fungsionaris Partai Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan pada waktu itu, dan pernah menjadi Ketua Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.

Dalam perjalanan hidupnya, KH. Abdurrasyid Nasar yang bertubuh gempal itu tidak melupakan mengurus kepentingan umat. Dia lebih menekuni tugas sebagai Pembina dan pembimbing ummat. Orang Panangkalaan ini pernah menjadi Anggota BPH Propinsi Kalimantan Selatan dan pernah menjadi Kepala Staff Urusan Haji Propinsi Kalimantan Selatan. Jebolan Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo ini juga pernah diberi tugas istimewa oleh pemerintah berangkat ke Saudi Arabia sebagai Duta Urusan Haji Propinsi Kalimantan Selatan.

Baca juga:  Ulama Banjar (129): Drs. H. Hamzah Abbas

Ditengah-tengah kesibukannya berdakwah, Direktur At-Taubah Islamic Centre Banjarbaru ini masih sempat menulis. Diantara karya tulisnya adalah Buku Sejarah Islam, Buku Rintisan Tauhid dan Buku Riwayat Nabi Besar Muhammad SAW.

KH. Abdurrasyid Nasar menikah dengan Hj. Hamdiah. dari perkawinannya itu beliau dikaruniai Sembilan orang anak yaitu Ir. Nurhadi Riswanda, MSi., M. Luthfi Rasyid, SH, Ir. M. Adly Rasyid, M. Azmi Rasyid, Ir. Farhanah, MP., Faridah Rasyid, Fachriat Rasyid, SE, M. Fachri Rasyid dan Fauziah Rasyid.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top