Sedang Membaca
Ulama Banjar (36): Tuan Guru H. Dahlan
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (36): Tuan Guru H. Dahlan

Tuan Guru H. Dahlan

(L. 1 Januari 1912)

Tuan Guru H. Dahlan adalah salah seorang ulama kelahiran Sumanggi, tanggal 1 Januari 1912. Nama ayahnya H. Naseri dan Ibunya Hj. Zainah. Tokoh ini mempunyai motto ‘khairunnas anfa’uhum linnas’ yang berarti manusia yang paling baik adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya.

Sebagai seorang ulama, beliau membekali dirinya dengan mengaji kitab dari Ayuang, Negara, Amuntai, hingga sampai ke Mekkah. Di tanah suci beliau menetap dan belajar selama lima tahun (1925-1930) untuk memperdalam ilmu yang telah ia dapat di tanah air.

Setelah kembali ke kampung halaman, tuan guru yang ramah ini menjadi Kepala madrasah Darul Muttaqin, kemudian menjadi Kepala madrasah Persatuan Perguruan Islam (PPI) di Ilung. Beliau sempat pula menjadi Anggota Kerapatan Qadi Barabai. Antara tahun 1955-1960 beliau diangkat menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Hulu Sungai Selatan. Kiprah beliau dalam pendidikan adalah sebagai Dosen Luar biasa pada Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Barabai. Sempat pula menjadi Kepala Madrasah Diniyah Islamiyah di Barabai. Selanjutnya antara tahun 1967-1981 diangkat menjadi Kepala Kantor Pengadilan Agama Barabai. Dan setelah purna tugas, beliau aktif memimpin Majelis Taklim yang diadakan di Ilung dan di Barabai.

Tuan Guru H. Dahlan mempunyai peran dan andil besar dalam pendirian Madrasah Darul Muttaqin yang kemudian bergabung dengan Madrasah Persatuan Perguruan Islam (PPI) Ilung, yang dalam perkembangan berikutnya menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Ilung. Demikian juga beliau dikenal sebagai pendiri sekolah Pendidikan Guru Agama 4 tahun Ilung, yang dalam perkembangan berikutnya menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ilung. Tidak hanya itu yang dapat beliau lakukan, pada masa revolusi fisik menentang pendudukan Jepang dan penjajahan Belanda/NICA secara terus menerus mendorong masyarakat setempat supaya berjuang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:  Inilah Penentuan Idul Fitri 1441 H/2020 Menurut NU dan Muhammadiyah

Tokoh yang dikenal disiplin dan suka bersilaturrahim ini, mempunyai 9 orang anak yakni Hj. Rabiatul Adawiyah, H. M. Hussin Dahlan, Hj. Marwiyah, Hj. Salmaiyah, Hj. Siti Zuhrah, Hj. Atikah, H. M. Muchtar Dahlan, Hj. Hunah Dahlia, dan H. M. Zuhdi Mukhtiar. Kesembilan anak tersebut merupakan buah perkawinannya dengan Hj. Nursiah binti H. Abdul Muthalib. Kini H. Dahlan telah tiada, beliau berpulang kerahmatullah pada tanggal 31 Desember 1987 bertepatan 10 Jumadil Awal 1408 H. Jenazah almarhum dimakamkan di Alkah keluarga Komplek masjid Agung Barabai.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top