Sedang Membaca
Ulama Banjar (157): Ustadz H. Chairani Idris
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (157): Ustadz H. Chairani Idris

Ustadz H. Chairani Idris

(L. 17 Agustus 1951)

Ustadz Chairani lahir di Kelua, kabupaten Tabalong pada tanggal 17 Agustus 1951. Istri beliau bernama Hj. Rabiatul Adawiyah dan dikaruniai 4 (empat) orang anak yaitu: Ahmad Syauqi Mubarak, Siti Mujahidah Ulya, Muhammad Salim Abrar, dan Siti Ruhama Azzamzami. Beliau sekeluarga tinggal serumah di jalan Sabumi I No. 6 RT 17/RW 07 Kayu Tangi II Banjarmasin.

Riwayat Pendidikan Ustadz H. Chairani Idris diawali dari Sekolah Rakyat Murung Bali Kelua tahun 1964, diteruskan sekolah PGAN selama 4 tahun 1968, kemudian PGAN 6 Tahun Mulawarman Banjarmasin. Setelah menamatkan tingkat SLTA ini, beliau kuliah di IAIN Antasari Banjarmasin pada tahun 1976.

Buku Kiai Said

Kemudian beliau diangkat menjadi PNS (Guru Agama) pada tahun 1979-1993, dan setelah menjadi menekuni dunia wiraswasta sampai sekarang. Saat ini Ustadz H. Chairani Idris menjabat Direktur Cabang PT. Nur Ramadhan Wisata, layanan Umrah dan Haji Plus. Juga menjadi Komisaris pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah Berkah Gema Dana Banjarmasin.

Dalam beorganisasi banyak aktivitas yang beliau lakoni, seperti menjadi Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW-PII) Kalsel pada tahun 1976-1979, Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) Kalsel tahun 1980-1990, Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalsel tahun 1990-1993, Direktur Wilayah LPP-TKA-BKPRMI Kalsel tahun 1989-1993, Direktur Nasional LPP-TKA-BKPRMI pusat 1993-1997, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kalsel 1995-2000, Pengasuh Nasional LPP-TKA-BKPRMI Pusat 2000-sekarang, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalsel 2007-sekarang, dan sebagai Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Kalimantan Selata tahun 2009-sekarang.

Baca juga:  Ulama Banjar (100): KH. Matran Salman, Lc

Karya monumental yang beliau ciptakan adalah sebagai Pendiri Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Alquran melalui gerakan Taman Kanak-kanak Alquran dan Taman Pendidian Alquran (TKA-TPA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) 14 Agustus 1989. Lembaga ini berhasil menjadi percontohan di Indonesia dan telah tersebar ke seluruh nusantara bahkan ke mancanegara yang berlangsung hingga sekarang. Sedangkan untuk karya tulis beliau menulis Pedoman Pembinaan dan Pengembangan TK/TP Alquran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) tahun 1990.

Kunjungan ke luar negeri yang pernah dilakukan yaitu memenuhi undangan Rabithah Alam Islami bersama 500 orang Tokoh Islam se-dunia, musim haji tahun 1991. Melaksanakan tugas sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH) yang ditunjuk oleh Menteri Agama RI musim haji tahun1994. Menjalankan misi TK/TP Al-Qur’an ke Singapura dan Malaysia dalam rangka penataran metode Iqra di Pusat Islam Singapura dan Malaysia; kerja sama dengan Majelis Ugama Islam (MUIS) Singapura Juni 1993.

Kemudian dalam rangka sewindu 8 tahun gerakan TK/TP Al-Qur’an BKPRMI meresmikan 2 unit TK/TP Alqur’an di Jeddah sekaligus kunjungan ke Masjidil Aqsha di Palestina tahun1997. Pada tahun 2002 berkunjung ke Malaysia sebagai Komisaris BPR Syariah Berkah Gema Dana, mengikuti lawatan Dakwah Asian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat. Juga secara khusus mempelajari pengelolaan zakat di berbagai wilayah di Singapura dan Malaysia tahun 2006, dan berkunjung ke Mesir, terutama kota Kairo dan Iskandariah tahun 2008.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Baca juga:  Ulama Banjar (24): KH. Hasan Mugeni Marwan

Penghargaan yang pernah diterima yaitu mendapat penghargaan sebagai Pemuda berprestasi dari Gubernur Kalimantan Selatan dengan gerakan TK/TP Alqur’an pada tahun 1992. Semboyan hidup yang jadi prinsip beliau adalah “Jadi pioner / penggerak. kapanpun dan di manapun berada, tanpa membedakan Faham dan Aliran serta Kelompok” dengan terinspirasi pada ungkapan yang berbunyi:

خَيْرُالنَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sedangkan tausiah yang sering dikemukakan beliau adalah: “Wahai Umat Islam, sudah saatnya kita bangkit di segala bidang, ambillah peran masing-masing pada bidang kehidupan: ekonomi, politik, sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Mari kita bangkit, singsingkan lengan baju, bersihkan jiwa dan raga, pikiran dan perbuatan. Jangan lakukan kemaksiatan sekecil apapun, dan kalau memberi jangan ada udang di balik batu (Ikhlas Semata karena Allah). Baginya urusan dakwah tidak ada kata berhenti. Melakukannya dengan gigih, sabar, ulet dan hati-hati.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Buku Tasawuf

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top