Sedang Membaca
Ulama Banjar (110): KH. M. Kurdi Baseri
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (110): KH. M. Kurdi Baseri

Kh. M. Kurdi Baseri

(L. 12 Januari 1933 – W. 1993)

KH. M. Kurdi Baseri lahir di Samarinda pada tanggal 12 Januari 1933, dan dibesarkan di Desa Layap Paringin. Riwayat pendidikan beliau dimulai dari sekolah Madrasah Ibtidaiyah, lalu dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah, kemudian melanjutkan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur. Selain itu, berguru pada para ulama terkenal.

KH. M. Kurdi memiliki kepribadian yang patut diteladani baik dalam menuntut ilmu pengetahuan agama, maupun dalam mengamalkannya serta mempelopori berbagai kegiatan untuk kemajuan umat Islam. Apa yang beliau lakukan ternyata besar sekali manfaatnya bagi umat dan generasi penerus. Hal itu terbukti dari hasil karya beliau sebagai Pendiri Pondok Pesantren Al-Hasanah mulai tahun 1952 dan berjalan sampai sekarang.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Selain menekuni dunia pendidikan dan dakwah dalam rangka mencerdaskan umat, KH. M. Kurdi Baseri pernah bekerja pada Departemen Agama dan diberi jabatan sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Paringin. Juga pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Al Hasaniyah yang sekarang menjadi MAN 1 Paringin.

Sebagai seorang tokoh masyarakat dan seorang ulama yang berpengetahuan luas KH. M. Kurdi Baseri juga pernah ikut terjun ke dunia politik, kemudian menghantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hingga sekarang nama beliau masih dikenang masyarakat dan menjadi idola di kalangan santri.

Baca juga:  Ulama Banjar (53): KH. Muhammad Syarwani Abdan

Sungguh besar jasa dan pengabdian yang beliau berikan pada dunia pendidikan dan pembinaan umat, khususnya di wilayah Balangan. Jasa beliau yang tidak dapat dilupakan ialah kegigihannya dalam memperjuangkan berdirinya kabupaten Balangan.

KH. M. Kurdi Baseri adalah salah seorang anggota dalam Panitia Penuntutan Kabupaten Balangan yang telah meletakkan landasan yang kokoh dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Balangan sejak tahun 1963. Kini apa yang beliau perjuangkan telah terwujud dalam kenyataan, karena Balangan telah resmi menjadi kabupaten yang mandiri.

KH. M. Kurdi Baseri adalah sosok ulama yang akrab dengan masyarakat, berpenampilan low profile dan murah hati. Karena itu beliau banyak mendapat simpati masyarakat, baik yang tua maupun yang muda, laki-laki dan perempuan. Kedekatan itu terjalin melalui pengajian dan majelis taklim, maupun pada saat memberikan ceramah agama dalam rangka peringatan hari-hari besar Islam seperti Peringatan Maulid dan atau Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

KH. M. Kurdi Baseri tidak pernah membeda-bedakan orang yang meminta beliau untuk memberikan siraman rohani. Sepanjang beliau punya kesempatan, ada waktu dan sehat wal afiat selalu dipenuhi, meskipun tempatnya jauh dan susah dijangkau.

Ulama yang menjadi kesayangan masyarakat Balangan ini telah dipanggil oleh Allah SWT pada usia yang ke-60. Beliau meninggal pada tahun 1993. Semoga arwahnya selalu dalam curahan rahmat dan maghfirah dari Allah yang Maha Pemurah.

Baca juga:  Ulama Banjar (95): H. Syarkawi Berahim

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top