Sedang Membaca
Ulama Banjar (103): H. Syafriansyah, BA
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (103): H. Syafriansyah, BA

H. Syafriansyah, Ba

(L. 8 Agustus 1931 – W. 2014)

Syafriansyah kelahiran Anjir Serapat tanggal 8 Agustus 1931 sejak muda sudah bergaul dengan warga Hulu Sungai Utara. Putera keempat dari pasangan H. Mastur dan Hj. Amanah ini pada masa mudanya aktif berorganisasi khususnya dilingkungan NU. Ia juga menjadi santri di Ponpes Rakha Amuntai. Pernah aktif sebagai anggota DPR-RI dan Fraksi PPP.

Jenjang pendidikan Syafriansyah terbilang unik, ia sekolah rakyat di kampungnya hanya sampai kelas III pada tahun 1945. Pada masa revolusi sekolahnya terhenti sehingga baru pada usia 19 tahun ia menamatkan sekolah Rakyat kelas VI yaitu pada tahun 1950. Setelah itu ia meneruskan pendidikan Aliyah Normal Islam Amuntai dan Tamat tahun 1955-1957. Kuliah di Persiapan Perguruan Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Ukalidiyah Amuntai.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ushuludin IAIN Antasari di Amuntai dan lulus Sarjana Muda tahun 1967 dan meneruskan di Doktoral IAIN Antasari tahun 1985, namun pada ujian akhir tidak dapat mengikuti keseluruhan mata kuliah (3 mata kuliah) karena aktif mempersiapkan Pemilu 1987.

Perjalanan kariernya diawali sebagai Kepala Sekolah Rakyat NU di Amuntai (1951-1955), Wakil Kepala Tsanawiyah di Haruai (1955-1956), Guru pada PGA/Normal Islam di Amuntai (1957-1958), Kepala Sekolah PGA NU di Amuntai (1958-1960), Kepala Tata Usaha dan Pengasuh Panti Asuhan Budi Rahayu Amuntai (1958-1966), Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Departemen Agama Hulu Sungai Utara (1963-1981), Anggota DPRD tingkat II Hulu Sungai Utara (1964-1966).

Baca juga:  Ulama Banjar (100): KH. Matran Salman, Lc

Anggota Badan Pemerintah Harian Kabupaten Hulu Sungai Utara (1966-1971) bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan, Dosen Luar Biasa di Fakultas Ushuluddin Amuntai 1969-1979), Wakil Dekan dan Dosen pada Fakultas Tarbiyah Rakha Amuntai (1975-1985), Guru pada Pondok Pesantren Rakha Amuntai (1978-1986) dan sebagai guru pada PGA Negeri di Amuntai (1980-1982), Anggota DPRD Tingkat I Kalimantan Selatan/Wakil Ketua Komisi E Bidang Kesra (1982-1987), Anggota DPRD Tingkat I Kalimantan Selatan/Ketua Komisi C Bidang Ekonomi (1987-1992), Wakil Ketua DPRD Tingkat I Kalimantan Selatan (1992-1997). Anggota DPD RI (1997-1999), Anggota DPR RI (1999-2004), Anggota DPR RI (2004-2009). Di samping aktivitasnya yang berjubel itu ia masih sempat mengabdi sebagai Ketua Yayasan Ponpes Rakha. Di tangannya, Rakha telah jauh lebih maju dibanding masa-masa lalu.

Syafriansyah pernah menjadi Sekretaris Partai NU Kabupaten Hulu Sungai Utara (1958-1973), Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Selatan (1984-1990), Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Selatan (1990-1995) dan (1995-1998), Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan Pusat (1998-2002) dan (2002-2006) Anggota Dewan Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan Pusat.

Berbagai aktivitas dibidang pendidikan, sosial dan kemasyarakatan yang dilakukan Syafriansyah antara lain sebagai Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Hulu Sungai Utara (1959-1972), Bendahara Perguruan NU Kabupaten Hulu Sungai Utara (1969-1973), Wakil Ketua Badan Pembina Pendidikan Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari di Amuntai (1969), Wakil Ketua Yayasan Pemeliharaan Anak Yatim Budi Rahayu Amuntai (1970), Ketua Bagian Kepemudaan Majelis Ulama Hulu Sungai Utara (1977), Sekretaris LPTQ Hulu Sungai Utara (1997-1980), Wakil Ketua Yayasan Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (1979), Anggota Kehumasan Kabupaten Hulu Sungai Utara (1979), Wakil Ketua NU Kalimantan Selatan (1979-1983), Ketua NU Kalimantan Selatan (1983-1987), Ketua Lembaga Ma’arif NU Wilayah Kalimantan Selatan (1980-1990).

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Baca juga:  Ulama Banjar (72): KH. Mastur Jahri, MA

Tokoh ini sejak muda berkiprah dalam organisasi kepemudaan, kepanduan dan kepramukaan. Jabatan yang pernah dipangkunya adalah Pimpinan Kelompok Pandu IMI-Amuntai (1951-1953), Ketua Ikatan Pelajar Pesantren (Nahdlatul Muta’allimin) Rakha Amuntai (1954-1955), Ketua Cabang IPNU-Amuntai (1954-1956), Ketua Badan Koordinasi Kongres Pemuda Pelajar Kalimantan (1954-1956), Ketua Kwartir Cabang Pandu Ansor-Amuntai (1954-1961), Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Amuntai (1956-1958).

Selain itu Ketua BKS Pemuda Militer Kabupaten Hulu Sungai Utara (1957-1959), Wakil Ketua Ikatan Pandu Indonesia (Ipando) Cabang Hulu Sungai Utara (1958-1961), Ketua Gerakan Pemuda Ansor Amuntai (1959-1972), Andalan Rohani Islam Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Hulu Sungai Utara (1961-1966), Ketua Kerukunan Pemuda Pelajar Amuntai (1966-1967), Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Amuntai (1966-1968), Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Hulu Sungai Utara (1968-1981), Wakil Ketua Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Selatan (1978-1981), dan Wakil Ketua KNPI Kalimantan Selatan (1978-1984). Ia meninggal dunia pada tahun 2014.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top